Koridor.co.id — JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat penting dengan sejumlah menteri dan pejabat tinggi di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8/2026). Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai isu strategis yang sedang dihadapi negara.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi jalannya rapat tersebut melalui keterangan tertulis yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet. “Hari Minggu, 23 Agustus 2026, sejak sore sampai dengan malam hari, Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat terkait untuk membahas beberapa isu strategis, bertempat di kediaman Hambalang, Jawa Barat,” demikian bunyi keterangan tersebut.
Sejumlah pejabat kunci yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) Aris Marsudiyanto. Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan juga turut hadir dalam sesi pertemuan terakhir.
Dalam sesi penutup, Presiden Prabowo membahas tindak lanjut instruksi terkait dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya melalui jalur udara. Pembahasan ini mencakup penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak gempa bumi di NTT.
Sekretariat Kabinet merinci sejumlah langkah konkret yang akan diambil. Penambahan 17 pesawat water bombing dikirimkan ke Kalimantan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla. Selain itu, sebanyak 1.500 personel beserta perlengkapan perorangan juga akan dikerahkan. Upaya pemadaman bawah tanah akan didukung pengiriman 200 pompa dan pipa. Presiden juga menekankan percepatan penanganan warga terdampak gempa di NTT dan mengapresiasi gerak cepat personel TNI-Polri dalam menangani berbagai sektor dan wilayah.
Ikuti Koridor.co.id
