— JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menutup secara permanen perlintasan liar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Penutupan ini menyusul insiden seorang warga yang tewas tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) di lokasi tersebut. Saat ini, perlintasan tersebut masih beroperasi normal dan dijaga oleh warga setempat.

Pantauan di lokasi pada Minggu (23/8/2026) sore menunjukkan bahwa perlintasan yang hanya berlebar sekitar dua meter itu masih ramai dilintasi pengendara sepeda motor. Warga lokal tampak berjaga di area tersebut. Sebuah portal besi, yang dibuat secara swadaya oleh warga, dipasang di bagian masuk perlintasan. Warga berperan mengatur lalu lintas, menutup portal saat KRL melintas dan membukanya kembali setelah kereta lewat untuk memastikan keamanan.

Insiden tragis di Tebet bukan satu-satunya. Sebelumnya, dua kecelakaan akibat tertemper KRL terjadi di Kalideres, Jakarta Barat, dan Tebet, Jakarta Selatan. PT KAI menegaskan akan menutup permanen kedua perlintasan liar yang menjadi lokasi kecelakaan tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa penutupan akan segera dilakukan. “KAI bersama stakeholder selalu melakukan sosialisasi dan edukasi untuk peningkatan keselamatan, meskipun ada penolakan dari masyarakat,” ujar Franoto kepada wartawan pada Jumat (21/8/2026).

Ia menambahkan, perlintasan liar yang membahayakan perjalanan kereta api dan masyarakat akan dikomunikasikan serta dikoordinasikan dengan pihak kewilayahan setempat. “Yaitu dengan cara ditutup permanen,” tegasnya.

Franoto mengonfirmasi bahwa kedua perlintasan liar tersebut memang sudah masuk dalam daftar yang akan ditutup oleh KAI, dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar telah dilakukan sebelumnya.

Dua korban yang tertemper KRL tersebut adalah seorang pelajar dan seorang pria lanjut usia (lansia). Kedua peristiwa nahas ini terjadi pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 06.30 WIB, di dua lintas yang berbeda, yaitu Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang.

Di Kalideres, Jakarta Barat, insiden tersebut menimpa siswa SMA berinisial DK (18) yang tewas tertemper KRL antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper. Menurut keterangan polisi, korban saat itu sedang dibonceng ayahnya menggunakan sepeda motor ketika hendak berangkat sekolah.

Sementara itu, di Tebet, korban tewas adalah seorang pria lansia yang merupakan warga sekitar bernama Ishak, berusia 80 tahun. Hal ini dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, pada Kamis (20/8/2026).