Koridor.co.id — Palembang – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi terkait tidak hadirnya Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anthony dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke beberapa daerah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Raja Juli tidak terlihat dalam beberapa agenda rapat penanganan karhutla yang dipimpin langsung oleh Prabowo di Kalimantan dan Sumatera.
Sebelumnya, Raja Juli tidak tampak mendampingi Presiden Prabowo saat rapat dan peninjauan titik karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026). Ketidakhadiran yang sama terulang dalam agenda serupa di Riau dan Sumatera Selatan pada Senin (24/8).
Menanggapi hal tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi menilai bahwa ketidakhadiran Raja Juli bukanlah karena adanya alasan spesifik. Menurut Prasetyo, Menteri Kehutanan sebelumnya telah beberapa kali melakukan kunjungan ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi karhutla, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.
“Nggak, ya kebetulan kan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan, kemudian termasuk di Sumatera Selatan, Menteri Lingkungan Hidup juga kemarin sudah berkunjung juga ke mari ke, apa, ke Sumatera Selatan. Jadi ini hanya masalah kebetulan aja,” ujar Prasetyo di Palembang, Selasa (25/8/2026).
Prasetyo menjelaskan lebih lanjut bahwa fokus kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan dan Sumatera dalam rapat penanganan karhutla lebih ditekankan pada penguatan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan dukungan maksimal di lapangan.
Ia menyimpulkan bahwa ketidakhadiran Menteri Kehutanan murni karena faktor kebetulan. “Jadi ini hanya masalah kebetulan saja,” tegas Prasetyo.
Prasetyo menambahkan, dalam rapat di Kalimantan dan Sumatera, Presiden Prabowo ingin memastikan adanya dukungan tambahan jika memang diperlukan, baik dari segi personel maupun peralatan untuk menangani karhutla yang dampaknya bahkan telah meluas hingga ke negara tetangga.
“Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Panglima TNI maupun Kapolri untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat, termasuk heli water bombing, kemudian tadi ada permohonan motor trail yang dimodifikasi gitu,” terangnya.
Prasetyo kembali menegaskan bahwa tidak ada permasalahan khusus yang melatarbelakangi ketidakhadiran Menteri Kehutanan dalam rapat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di wilayah Kalimantan dan Sumatera. “Jadi hanya masalah kebetulan saja,” pungkasnya.
Ikuti Koridor.co.id
