Koridor.co.id — JAKARTA – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 211% secara tahunan pada kuartal II-2026, mencapai Rp1,13 triliun. Kinerja keuangan yang positif ini diperkirakan akan memberikan dampak yang baik bagi saham perusahaan raksasa di industri perunggasan tersebut.
Menurut catatan Phintraco Sekuritas, meskipun terjadi pertumbuhan tahunan yang signifikan, laba CPIN pada kuartal II-2026 mengalami penurunan 56% secara kuartalan. Laba bersih kumulatif semester I tercatat sebesar Rp3,71 triliun, menunjukkan pertumbuhan 95,1%. Angka ini setara dengan 53% dan 60% dari estimasi Phintraco dan konsensus analis untuk setahun penuh.
Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa kinerja pada kuartal II-2026 mengalami normalisasi yang cukup berarti. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan pada profitabilitas, di mana pendapatan turun 2,4% secara kuartalan menjadi Rp19,47 triliun. Sementara itu, Harga Pokok Penjualan (COGS) meningkat 9,6%, yang secara langsung menekan margin laba kotor menjadi 12,8%, turun dari 22,3% pada kuartal sebelumnya.
“Pelemahan kinerja kuartal II-2026 berasal dari tekanan pada segmen berbasis ayam, sedangkan pakan tetap resilien,” tulis Phintraco Sekuritas dalam laporannya.
Pemulihan dan Proyeksi Saham CPIN
Setelah menghadapi tekanan margin pada kuartal II-2026, Phintraco Sekuritas memproyeksikan kinerja CPIN akan kembali menguat pada paruh kedua tahun 2026. Hal ini didorong oleh membaiknya kondisi industri secara umum.
Pemulihan harga ayam dan peningkatan volume penjualan dipandang sebagai katalis utama. Upaya pemerintah dalam menjaga harga ayam di tingkat peternak diperkirakan akan menopang Harga Jual Rata-rata (ASP), sementara normalisasi permintaan diprediksi akan mendukung pemulihan volume penjualan.
Untuk tahun ini, pendapatan CPIN diproyeksikan akan meningkat sebesar 15,4% menjadi Rp81,6 triliun. Dari sisi biaya, kenaikan harga bahan baku dimungkinkan untuk diteruskan ke harga jual, sehingga laba bersih diprediksi tumbuh sebesar 24% menjadi Rp7 triliun.
Phintraco Sekuritas mempertahankan peringkat buy untuk saham CPIN dengan target harga wajar sebesar Rp4.300. Target ini mengimplikasikan rasio Harga terhadap Laba (PER) tahun 2026 sebesar 10,01 kali dan tahun 2027 sebesar 9,3 kali. Saat ini, saham CPIN diperdagangkan pada PER 2026 sebesar 7,18 kali, yang berada di bawah rata-rata lima tahunnya sebesar -1,5 standar deviasi.
Ikuti Koridor.co.id
