Koridor.co.id — Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya memperkuat surveilans atau pemantauan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyatakan bahwa Kemenkes meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dengan membangun posko bencana asap di lokasi-lokasi yang terdampak.
Posko bencana asap tersebut mencakup puskesmas yang beroperasi selama 24 jam serta posko kesehatan khusus yang dirancang untuk penanganan ISPA. Selain itu, Kemenkes memastikan distribusi paket perlindungan kesehatan, seperti masker medis, obat-obatan pernapasan, hingga tetes mata, bagi masyarakat yang membutuhkan.
Widyawati juga menekankan pentingnya kesiapan sistem rujukan dan rumah sakit, baik milik pemerintah daerah (RSUD) maupun swasta. Pihaknya juga menjamin kesiapan logistik medis, termasuk penyediaan stok cadangan tabung oksigen. “Sistem rujukan terintegrasi, koordinasi ambulans antar-fasilitas untuk evakuasi cepat pasien dari puskesmas terpencil ke RSUD pusat kabupaten/kota,” ujar Widyawati kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Lebih lanjut, Widyawati menerangkan bahwa Kemenkes membangun fasilitas Rumah Oksigen. Fasilitas ini bertujuan memberikan akses oksigen dan tempat yang lebih terlindungi bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Saat ini, sebanyak 174 tenaga kesehatan telah dimobilisasi ke titik-titik terdampak. Tim tersebut terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, epidemiolog/surveilans, tenaga farmasi, ATLM/analis, dan sanitarian. Widyawati menambahkan bahwa dukungan logistik terus dikerahkan, termasuk 267.630 masker, 54 oksigen konsentrator (OC), 36 Oxycan, 1.000 handscoon, PMT, APD, dan obat-obatan.
Sebelumnya, area karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng) telah meluas hingga mencapai 148,71 hektare. Lebih dari 10 ribu personel gabungan dikerahkan untuk menangani situasi tersebut. Berdasarkan data karhutla per Selasa (18/7) pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng mencatat terdapat 1.026 titik panas (hotspot).
BPBD Kalteng melalui akun Instagram resminya, @bpbdkalteng, pada Kamis (20/8), melaporkan adanya 46 kejadian karhutla. Dampak kesehatan dari karhutla ini mulai terasa signifikan, dengan BPBD Kalteng melaporkan lebih dari 66 ribu kasus ISPA. “Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA,” ungkap BPBD Kalteng.
Ikuti Koridor.co.id
