— Sebanyak 56 santri terdampak insiden kebakaran yang melanda sebuah pondok pesantren di Gunung Batu, Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, lima orang mengalami luka bakar, sementara mayoritas lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menjelaskan bahwa para santri berusaha memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Namun, karena material kasur yang mudah terbakar seperti busa dan spons, asap yang dihasilkan cukup pekat dan menyebabkan banyak santri mengalami sesak napas.

“Total ada 56 anak yang terdampak kebakaran. Mereka pada saat terjadi kebakaran, berusaha memadamkan api. Karena yang terbakar itu kasur busa dan berbahan spons, jadi memang sebagian besar mereka terkena sesak napas,” ujar Dedie Rachim, Minggu (6/9/2026).

Dari 56 santri yang terdampak, lima orang mengalami luka bakar pada bagian jari. Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Sebanyak 31 santri dirawat di Rumah Sakit PMI Bogor.

Dedie Rachim secara langsung mengunjungi para santri yang dirawat di RS PMI pada Sabtu (5/9) malam. Ia memastikan bahwa penanganan maksimal diberikan untuk pemulihan mereka. Pemerintah Kota Bogor juga akan menanggung biaya pengobatan bagi korban yang tidak tercover oleh BPJS.

“Secara keseluruhan anak-anak ini sedang dicoba dipulihkan, terutama sesak napasnya, karena terlalu lama menghirup asap,” kata Dedie. “Untuk korban yang tidak ditanggung oleh BPJS, akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan dan pemulihan dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di pondok pesantren wilayah Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Penyebab awal kebakaran diduga berasal dari seorang santri yang bermain api di lingkungan pesantren.

“Berdasarkan informasi di lokasi, awal terjadi kebakaran diduga bermula saat seorang santri bermain api,” jelas Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, M Ade Nugraha.