Koridor.co.id — JAKARTA – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terpaksa memperpanjang penutupan operasionalnya hingga pukul 23.59 WIB menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan, dengan total 923 penerbangan yang mengalami gangguan.
Gangguan tersebut mencakup pembatalan, penundaan, dan pengalihan pendaratan ke bandara lain. Jumlah penerbangan yang terdampak terdiri dari 671 penerbangan domestik, 232 penerbangan internasional, dan 20 penerbangan kargo. Akibatnya, sebanyak 119.215 penumpang turut merasakan imbas dari situasi ini.
Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyatakan bahwa manajemen bandara terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan operasional dan pelayanan penumpang berjalan optimal. Dalam upaya mitigasi, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA).
Melalui program SRA, penumpang yang terdampak erupsi mendapatkan fasilitas makanan dan minuman ringan. Selain itu, bus disiapkan di setiap terminal untuk membantu mobilitas penumpang menuju hotel, yang dikoordinasikan bersama maskapai penerbangan. InJourney Airports juga menyediakan layanan bus gratis menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Sebanyak 8 bus disiapkan pada tahap awal, masing-masing dua unit untuk setiap tujuan, dengan keberangkatan perdana pada Minggu (6/9) pukul 21.00 WIB.
Informasi mengenai layanan bus ini disampaikan langsung oleh staf bandara kepada penumpang terdampak di terminal. Penumpang yang berminat dapat mendaftar di posko yang tersedia di Terminal 1, 2, dan 3. Jumlah bus serta jadwal keberangkatan akan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang jika diperlukan.
Beberapa area khusus di terminal, termasuk employee lounge, dimanfaatkan sebagai area istirahat bagi penumpang. Posko di Terminal 1B juga telah dibuka untuk memperkuat koordinasi dan penanganan di lapangan. Manajemen bandara juga telah berkoordinasi dengan para tenant untuk memastikan layanan tetap tersedia selama 24 jam guna memenuhi kebutuhan penumpang.
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menegaskan bahwa langkah pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap, dengan tetap memprioritaskan keselamatan penumpang dan mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik.
Ikuti Koridor.co.id
