— Tangerang – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, kembali memperpanjang penutupan sementara operasionalnya. Keputusan ini diambil menyusul dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih membahayakan keselamatan penerbangan.

Pada Senin pagi, suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terpantau ramai oleh calon penumpang yang masih menunggu kepastian jadwal penerbangan. Mereka terlihat membawa koper dan barang bawaan, memenuhi bangku-bangku yang tersedia. Sejumlah penumpang tampak berdiskusi dengan petugas bandara, menanyakan kapan operasional penerbangan akan kembali normal, sementara yang lain memantau informasi di papan keberangkatan.

Informasi yang tertera di papan informasi menunjukkan status “Dibatalkan” untuk berbagai rute penerbangan. Menurut akun Instagram Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama @0tbansatu, penutupan ini berdampak pada tujuh bandara selain Soekarno-Hatta. Bandara-bandara tersebut meliputi Radin Inten II Lampung (TKG), Halim Perdanakusuma (HLP), Husein Sastranegara Bandung (BDO), Budiarto Curug (RTO), Pondok Cabe (PCB), dan Bandara M. Taufik Kiemas (TFY).

Seluruh bandara yang terdampak dijadwalkan menghentikan operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB pada hari yang sama. Penutupan ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan, mengingat abu vulkanik dapat mengganggu kinerja mesin pesawat, sistem avionik, serta mengurangi jarak pandang pilot.

Bandara Alternatif Disiapkan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah telah menyediakan sejumlah bandara alternatif yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas penumpang selama penutupan sementara delapan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bandara alternatif yang disiapkan antara lain Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Yogyakarta International Airport, dan Bandara Adi Soemarmo di Solo. “Kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam,” ujar Dudy Purwagandhi seperti dikutip dari Antara, pada Senin.