Koridor.co.id — JAKARTA – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi yang menempatkannya pada status Siaga (Level III). Pihak berwenang mengimbau seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menyatakan, “Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi.”
Nakhoda kapal juga diinstruksikan untuk terus memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta instansi pemerintah terkait lainnya.
Lebih lanjut, kapal dilarang memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga masih berlaku. “Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku,” tegas Yogie.
Para nakhoda kapal diminta untuk melakukan perencanaan pelayaran dengan cermat, mempertimbangkan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran yang dikeluarkan oleh instansi berwenang. “Apabila ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, Nakhoda agar segera mengambil tindakan penghindaran yang diperlukan serta melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, atau instansi terkait,” tambahnya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, melalui Kantor KSOP Kelas I Banten dan KSOP Kelas IV Bakauheni, terus berkoordinasi dan memantau kondisi pelayaran di Perairan Selat Sunda. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran tetap terjaga.
Sebaran Abu Vulkanik Hingga Jakarta
Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi sejak Jumat malam juga mengeluarkan abu vulkanik yang terdeteksi mencapai wilayah Jakarta. BMKG mencatat sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB pada Minggu, 6 September 2026, mengidentifikasi dua klaster sebaran utama.
“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifkasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” demikian keterangan BMKG di situs resminya.
Klaster pertama sebaran abu vulkanik mengarah ke wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebaran abu vulkanik ini tercatat mencapai ketinggian hingga 20 ribu kaki.
Ikuti Koridor.co.id
