Koridor.co.id — Bogor, Jawa Barat – Sejumlah warga melaporkan adanya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mencapai wilayah Bogor. Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor mengeluarkan imbauan agar warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menyatakan bahwa meskipun belum ada laporan resmi dari aparatur lokal, banyak warga membagikan informasi di media sosial mengenai dampak abu vulkanik GAK. “Memang belum ada laporan resmi dari pihak aparatur lokal atau desa/kelurahan, tetapi banyak masyarakat yang mem-posting di medsos terdampak kemungkinan abu vulkanik GAK,” ujar Adam.
Menurut data BMKG, wilayah Kabupaten Bogor berada dalam cakupan Sebaran 1 atau pada ketinggian 20.000 kaki. Adam mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak buruk sebaran abu vulkanik. “Imbauan, pakai masker agar bisa menyaring partikel halus dan tidak masuk ke saluran pernafasan. Gunakan pelindung mata dan hindari penggunaan lensa kontak atau softlens agar mata tidak iritasi,” jelasnya.
Masyarakat juga disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup kulit dengan pakaian panjang, dan tetap waspada terhadap potensi penurunan jarak pandang akibat debu vulkanik. “Abu vulkanik mengandung gas yang mudah terbakar (seperti metana dan sulfur), bisa memicu percikan api jika mengenai sumber api. Selalu memonitor himbauan dari instansi resmi, seperti BMKG, PVMBG, BPBD setempat,” kata Adam.
Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan juga mengeluarkan imbauan serupa yang disebarkan melalui media sosial. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan penderita asma sangat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. “Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya, disarankan untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan,” demikian bunyi imbauan tersebut.
Dinas Kesehatan menambahkan, “Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker dengan benar untuk membantu melindungi diri dari paparan partikel debu halus yang dapat terhirup dan mengganggu kesehatan.”
Sebelumnya, erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mengakibatkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah daerah. Seorang warga Ciomas, Kabupaten Bogor, Intan, menceritakan pengalamannya. “Tebal banget debunya, biasanya nggak begini. Tadi kaget aja pas mau bersih-bersih kok debunya sampe tebel gini di lantai, di motor juga,” katanya.
Intan menduga kuat debu tersebut berasal dari Gunung Krakatau karena ketebalannya yang tidak biasa dan adanya material putih-putih. “Mungkin beneran abu vulkanik dari Gunung Krakatau ini, sampai ke sini. Soalnya agak beda, tiba-tiba kok tebal gini debunya di rumah, terus ada material putih-putihnya juga,” imbuhnya.
Ikuti Koridor.co.id
