— Yan Diomande mengaku sulit tidur saat mengetahui diminati oleh Real Madrid. Pemain berusia 19 tahun itu menceritakan panggilan telepon dari Jose Mourinho di pagi buta yang datang bersama tawaran yang mustahil untuk ditolak.

Diomande menjadi incaran utama di bursa transfer musim panas ini berkat performa sensasionalnya bersama RB Leipzig. Musim 2025/2026, pemain depan asal Pantai Gading itu berhasil mengemas 13 gol dan 10 assist di kompetisi domestik.

Persaingan ketat terjadi antara Paris Saint-Germain, Liverpool, dan Real Madrid untuk mendapatkan tanda tangan Diomande. Akhirnya, pemain muda tersebut memilih berlabuh di ibu kota Spanyol setelah banderolnya sebesar 140 juta euro atau setara Rp 2,89 triliun ditebus oleh Los Blancos.

Yan Diomande menceritakan kegembiraannya saat diminati oleh Real Madrid dan momen pembicaraannya melalui sambungan telepon dengan Jose Mourinho. Bergabung dengan klub impiannya, Los Blancos, menjadi kenyataan bagi Diomande.

“Rasanya seperti mimpi, karena tidak ada klub yang lebih besar daripada Real Madrid. Anda tahu, ketika Real Madrid datang dan bilang, ‘Kami menginginkan Anda’, rasanya seperti mimpi, dan aku tidak bisa tidur, aku tidak percaya. Dan hari ini aku ada di sini, aku sangat senang dan bangga,” ungkap Diomande kepada SportyTV, seperti dilansir AS.

Diomande menambahkan detail komunikasinya dengan pihak klub. “Yang pertama, aku bicara dengan direktur, Juni (Calafat) dan kemudian aku bicara dengan manajer (Mourinho), pastinya. Dan aku kaget karena dia bisa bahasa Prancis. Kupikir saat itu jam lima pagi waktu Portugal, dan dia membangunkan aku untuk bicara denganku.”

Pemain muda tersebut menegaskan keputusannya untuk menerima tawaran tersebut. “Dia bilang bahwa itu penting. Dan aku mengatakan, ‘Mengapa tidak?’ Ini adalah Real Madrid, dan ketika Real Madrid memanggil Anda, Anda tidak akan bilang tidak. Dan aku bilang kepada dia, ‘Jika Anda ingin aku untuk datang, tentu saja aku akan datang.’ Dia itu seorang teman sekaligus bos,” tutup Yan Diomande.