— Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga kini masih melakukan evaluasi mendalam mengenai nasib jalur sepeda yang ada di ibu kota. Sambil menunggu keputusan final, Pemprov DKI secara intensif menggencarkan penertiban jalur sepeda yang kerap digunakan oleh kendaraan bermotor.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan bahwa evaluasi masih terus berjalan. Ia mengamati adanya beberapa jalur sepeda yang telah beralih fungsi, digunakan oleh motor, kurang terawat, bahkan ada yang terputus. “Evaluasi masih berjalan. Ada jalur yang diokupasi motor, kurang terawat, atau terputus,” ujar Chico kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Meskipun demikian, Chico menambahkan bahwa permintaan untuk mempertahankan jalur sepeda datang dari berbagai komunitas pesepeda. Gubernur sendiri belum mengambil keputusan final dan akan segera memutuskannya setelah seluruh masukan dari berbagai pihak dipertimbangkan secara matang. “Komunitas pesepeda meminta dipertahankan. Gubernur belum putuskan, akan segera setelah semua masukan ditimbang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Chico memaparkan bahwa proses evaluasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek krusial, termasuk keselamatan para pesepeda, efektivitas penggunaan ruang jalan, serta kondisi nyata di lapangan. Fokus evaluasi ini terutama diarahkan pada sejumlah jalan protokol utama, termasuk area Sudirman-Thamrin. “Fokusnya keselamatan pesepeda, efektivitas ruang jalan, dan kondisi lapangan. Evaluasi terutama di jalan protokol, termasuk Sudirman-Thamrin. Rincian ruas menyusul bersama keputusan final,” jelasnya.

Chico juga menegaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan penertiban jalur sepeda yang saat ini ditempati oleh kendaraan roda dua. Tindakan ini dilakukan secara paralel sembari menunggu keputusan resmi mengenai status jalur sepeda di Jakarta. “Iya, penertiban rutin dilakukan bahkan semakin sering sejak beberapa minggu terakhir. Sambil menunggu keputusan,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memang menyatakan sikap hati-hati dalam memutuskan nasib jalur sepeda di Jakarta. Keputusan ini diambil menyusul adanya usulan penutupan jalur sepeda yang didasarkan pada anggapan bahwa jalur tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh pengendara motor ketimbang pesepeda.

Pramono mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua pandangan yang berbeda mengenai keberadaan jalur sepeda. Di satu sisi, komunitas pesepeda, seperti Bike to Work, secara tegas meminta agar jalur sepeda tetap dipertahankan. Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat berpendapat bahwa jalur sepeda justru lebih sering digunakan oleh pengendara motor. “Saya akan segera memutuskan untuk hal tersebut. Memang ada usulan, kalau usulannya dari komunitas sepeda, salah satunya Bike to Work, mereka sebenarnya meminta itu dipertahankan. Tapi usulan dari masyarakat, dari publik, merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan seperti yang kamu sampaikan, menggunakan motor,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8).