Koridor.co.id — JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan percepatan pengiriman bantuan medis, termasuk masker dan konsentrator oksigen, ke wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil untuk meminimalkan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kita sudah mengirim dropping masker yang banyak, satu. Yang kedua, oksigen konsentrator. Jadi kita akan dropping oksigen konsentrator dan masker ke puskesmas-puskesmas yang terdampak. Dan itu akan kita percepat, sama seperti yang NTT kan kita juga percepat,” ujar Budi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kementerian Kesehatan telah memiliki pemetaan mengenai puskesmas-puskesmas yang terdampak. Namun, Budi tidak merinci jumlah kasus ISPA yang disebabkan oleh karhutla secara spesifik.
“Saya ada, saya ada, ada datanya puskesmas-puskesmas mana yang, apa, banyak korbannya. Itu yang kita akan turunkan sekarang,” jelas Budi Gunadi.
Peningkatan asap akibat karhutla dilaporkan berbarengan dengan naiknya kasus gangguan pernapasan di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Dinas Kesehatan setempat mencatat terdapat 515 kasus ISPA dalam kurun waktu satu pekan.
Angka tersebut tercatat pada minggu ke-32 berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kobar. Lonjakan kasus ini menjadi perhatian karena terjadi setelah tren peningkatan yang berlangsung selama beberapa pekan sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, menyatakan kasus ISPA perlu terus diawasi karena menunjukkan pola peningkatan sejak minggu ke-28 hingga minggu ke-32.
“Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus infeksi saluran pernapasan akut hanya dalam satu pekan,” kata Jhonferi.
Berdasarkan wilayah layanan kesehatan, Puskesmas Sungai Rangit mencatat jumlah laporan kasus tertinggi dengan 1.933 kasus atau 16,43 persen. Posisi kedua ditempati Puskesmas Madurejo dengan 1.169 kasus atau 9,94 persen, disusul Puskesmas Kumai sebanyak 1.152 kasus atau 9,79 persen.
“Sementara itu, Puskesmas Karang Mulya mencatat 914 kasus dan Puskesmas Mendawai sebanyak 905 kasus,” imbuhnya.
Ikuti Koridor.co.id
