— Islam Makhachev sukses mempertahankan sabuk juara kelas welter UFC setelah mengalahkan Ian Machado Garry dalam duel sengit. Kemenangan ini sekaligus mengukir rekor baru dalam sejarah UFC.

Pertarungan melawan Garry berlangsung alot, di mana Makhachev tidak serta-merta mendominasi dengan kemampuan grappling-nya seperti yang biasa ia tunjukkan. Namun, strategi dan ketahanan Makhachev akhirnya membuahkan hasil.

Keputusan juri menyatakan Makhachev sebagai pemenang mutlak, memastikan sabuk kelas welter tetap berada di pinggangnya. Ini menjadi pembuktian lain atas dominasinya di kelas tersebut.

Dengan kemenangan ini, Makhachev kini mencatatkan 17 kemenangan beruntun di UFC, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh legenda Anderson Silva dengan 16 kemenangan beruntun yang bertahan selama 14 tahun. Rekor baru ini berpotensi terus bertambah di masa mendatang.

Perjalanan panjang Makhachev menuju rekor ini dimulai pada tahun 2016 saat ia menghadapi Chris Wade. Laga tersebut menjadi awal dari rentetan kemenangannya setelah mengalami satu-satunya kekalahan dalam karier mixed martial arts-nya dari Adriano Martins.

Sejak kemenangan atas Wade, karier Makhachev terus menanjak pesat. Perhatian publik semakin tertuju padanya, terutama setelah Khabib Nurmagomedov pensiun dan beralih peran menjadi pelatihnya.

Makhachev kemudian secara konsisten menghadapi para penantang papan atas seperti Charles Oliveira, Alexander Volkanovski, dan Dustin Poirier. Ia berhasil mengukuhkan diri sebagai penguasa kelas ringan UFC.

Setelah menaklukkan kelas ringan, Makhachev mengambil langkah berani untuk naik ke kelas welter. Tanpa basa-basi, ia langsung menantang perebutan gelar melawan Jack Della Maddalena, yang berhasil ia menangkan. Kemenangan atas Garry menjadi pembuktian kedua atas kemampuannya di kelas yang lebih berat.