Koridor.co.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap menjauhi area pantai menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu subuh. Imbauan ini disampaikan meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut oleh BMKG.
“Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami menghimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak memasuki gedung, terutama yang mengalami keretakan. “Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan,” tambah Berton.
Hingga Sabtu pagi, BNPB mengonfirmasi adanya dua korban jiwa akibat gempa tersebut. Kedua korban tercatat di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. “Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka,” jelas Berton.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB. BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. “Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami) tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.
Ikuti Koridor.co.id
