— Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin timbul akibat aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung besok. Pengaturan lalu lintas ini akan diterapkan di sejumlah ruas jalan yang berlokasi di sekitar kawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI hingga Istana Negara.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa sebanyak 120 petugas akan disiagakan dalam dua shift. Shift pertama akan bertugas mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, sementara shift kedua berlangsung dari pukul 13.00 hingga 19.00 WIB. Pengaturan lalu lintas ini akan bersifat situasional, disesuaikan dengan tahapan pengamanan aksi yang terbagi dalam tiga zona berbeda.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan,” ujar Budi Awaluddin dalam keterangannya pada Rabu (26/8/2026). Ia menambahkan, masyarakat diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif jika terjadi pengalihan arus.

Skema Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR/MPR RI

Pengaturan lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI dibagi menjadi tiga zona. Zona 1 mencakup kawasan Jalan Letjen S. Parman sisi selatan, mulai dari Semanggi hingga Simpang Slipi. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional jika terjadi kepadatan.

Untuk Zona 2, jika terjadi kepadatan, kendaraan dari arah Cawang akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya. Kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang dipastikan masih dapat melintas, namun Dishub tetap menyiapkan antisipasi rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.

Sementara itu, di Zona 3, kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang akan dialihkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Juanda. Kendaraan dari arah Cawang menuju Tomang akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya.

Bagi kendaraan dari arah Blok M menuju Tomang, pengalihan arus akan dilakukan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya, atau melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang.

Skema Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Negara yang berpotensi terdampak meliputi Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan.

Kendaraan dari arah Tugu Tani menuju Tanah Abang akan dialihkan melalui Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Veteran, dan Jalan Cideng Timur. Kendaraan dari Tanah Abang menuju Pulogadung dialihkan melalui Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, dan Jalan Ir H Juanda.

Sementara itu, kendaraan dari arah Senayan menuju Kota dialihkan melalui Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Cideng Timur, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit. Kendaraan dari arah Harmoni menuju Senayan akan dialihkan melalui Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, Jalan Pejambon, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Tugu Tani, Jalan Menteng Raya, Jalan Taman Cut Mutiah, Jalan GSSJ Samratulangi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan HR Rasuna Said, dan seterusnya.

Untuk mendukung kelancaran pengaturan lalu lintas, Dishub DKI telah menyiapkan 10 titik pengaturan lalu lintas strategis. Titik-titik tersebut berada di Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, TL Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta Ladokgi bawah/kolong.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan empat unit mobil derek yang akan ditempatkan di Pintu 10, bawah Flyover Ladogi, Hotel Mulia, dan FX. Dishub DKI akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian serta unsur terkait lainnya selama pelaksanaan aksi berlangsung.

“Masyarakat diimbau mengikuti arahan petugas, berhati-hati saat berkendara, serta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan dengan kondisi lalu lintas terkini,” tutup Budi Awaluddin.