
Koridor adalah komunitas epistemik berbentuk media kewargaan. Sebangsa “rumah singgah”: tempat keresahan publik diuji, dipertautkan, lalu dikalibrasi melalui pengetahuan dan pandangan para pakar. Koridor tentu mencermati peristiwa yang mengapung-apung sebagai gejala. Tapi itu anasir saja untuk mencari tahu apa gerangan unsur endapannya. Keterhubungan, perulangan, dan pola, dengan demikian menjadi sinyal-sinyal yang menarik untuk ditandai.
Persoalan publik banyak. Hadirnya seperti bombardir. Tapi, dalam pandangan Koridor, padanya relatif tiada hal baru. Penyanyi boleh berganti, cengkok bisa pakai apa saja, tapi tidak dengan nyanyian berikut leitmotif-nya. Sayang sekali jika jurnalisme hanya dihidmatkan untuk mengejar peristiwa ini hari semata. Jurnalisme harus juga menarik jejak lampau ke mari untuk memitigasi perulangannya yang mungkin hadir dalam waktu dekat. Ya, peristiwa adalah pelajaran sekaligus peringatan.
Rubrik Utama
Sambat
Ruang bagi suara warga yang bersinggungan langsung dengan problem publik. Menyajikan secara apa adanya keluhan, pengalaman, dan kegelisahan dari bawah.
Mimbar
Tempat para cendekia/akademisi menganalisis problem publik. Mengedepankan uraian berbasis riset, data, dan kerangka keilmuan. Juga pendalaman dan kedalaman.
Pola
Analisis khas Koridor. Menelusuri leitmotif problem-problem publik. Berporos pada kesinambungan pola: apa yang terjadi hari ini, apa akarnya di masa lalu, dan akan ke mana potensi bergeraknya kelak.
Rubrik Pelengkap
Kata-Kata Kosong
Glosarium kritis atas istilah-istilah yang kerap mendominasi wacana publik. Seiring waktu, istilah-istilah itu punya jalan nasibnya sendiri: menyempit, menyimpang, atau bahkan melawan maknanya semula.
Teroka
Catatan atas pelbagai fenomena baru di sekitar kita. Berupa perubahan kecil, gejala awal, atau praktik keseharian yang mungkin belum ramai dibincang, tapi penting secara makna sosial.
Orang Muda
Menyajikan orang-orang muda yang bergerak dan berdampak nyata bagi lingkungannya. Lebih dari sekadar kisah inspiratif, ia memotret kerja nyata, konsekuensi, dan pilihan hidupnya sebagai penghadir perubahan.
Mari turut berkontribusi, kirimkan ide dan tulisan anda ke redaksi@koridor.co.id