Siapa yang menentukan pemenang Academy Awards?

Koridor.co.id

Setelah gemerlap karpet merah digelar, montase yang menyenangkan, dan pembukaan oleh pembawa acara, upacara penganugerahan piala Oscar menuju acara inti: mengungkap pencapaian tertinggi dalam dunia sinema satu tahun sebelumnya. Satu demi satu, pembawa acara mengumumkan daftar nominasi, membuka amplop nan mewah, dan mengumumkan pemenang dalam setiap kategori.

Para pemenang dengan napas tersengal-sengal menerima penghargaan mereka, dan berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada ibu mereka, Tuhan, dan panitia penyelenggara. Akademi menerima begitu banyak ucapan terima kasih selama acara tersebut sehingga banyak dari kita yang menonton di rumah mungkin mulai bertanya-tanya: Apa sih sebenarnya Akademi yang kurang dikenal ini? Jawabannya tidak seheboh yang mungkin kita pikirkan. Akademi – yaitu Academy of Motion Picture Arts and Sciences – adalah organisasi yang mempunyai hak pilih untuk menentukan para pemenang Oscar. Mungkin yang lebih menarik bagi kita adalah mencari tahu siapa saja anggota akademi dan bagaimana mereka menggunakan hak pilih mereka.

Akademi adalah lembaga eksklusif di Hollywood yang memiliki badan kepengurusan sendiri (dengan nama yang memang cocok, Board of Governors), 17 cabang terpisah, dan buku berisi aturan lengkap tentang kelayakan keanggotaan dan proses pemilihan. Sejak tahun 2016, ketika Akademi mengumumkan untuk memperbanyak keanggotaannya, Akademi berkembang menjadi lembaga yang beranggotakan 8.000 orang.

Akademi tidak mempublikasikan nama-nama seluruh anggotanya, tetapi setiap musim semi akademi merilis daftar individu yang diundang untuk bergabung dalam jajaran mereka. Di antara para undangan tersebut ada Mindy Kaling, Rashida Jones, Kendrick Lamar, Melissa Etheridge, dan J.K. Rowling. Akademi juga mem-posting nama-nama anggota dari Dewan Pengurusnya saat ini yang mencakup wakil-wakil terpilih dari 17 cabang. Cabang-cabang ini mewakili berbagai bidang sinema: akting, penyutradaraan, penulisan, pengeditan suara, dan lain-lain. Pada tahun 2019, situs web akademi menunjuk sineas John Bailey sebagai presiden Dewan Pengurus, dan seniman rias Lois Burwell sebagai wakil presiden pertamanya. Di antara jajaran pengurus lainnya ada aktor Laura Dern, Whoopi Goldberg, dan Alfred Molina.

Meskipun anggota lain dari Akademi tidak disebutkan, kita dapat menebak siapa saja mereka dengan melihat beberapa persyaratan untuk bergabung dengan institusi tersebut. Untuk memenuhi syarat keanggotaan, seseorang harus bekerja penuh di industri film. Ini berarti bahwa individu yang bekerja secara eksklusif di televisi atau anggota pers tidak boleh bergabung. Beberapa kandidat peraih Oscar ada yang masuk menjadi anggota secara otomatis, sedangkan kandidat lain harus disponsori oleh dua anggota aktif dari cabang yang mereka ingin bergabung. Setiap cabang juga memiliki persyaratan spesifiknya sendiri. Misalnya, sutradara harus memiliki minimal dua kredit penyutradaraan, satu di antaranya dalam 10 tahun terakhir. Jadi, kita bisa cukup yakin bahwa tokoh-tokoh utama Hollywood seperti Meryl Streep, Jack Nicholson, Steven Spielberg, dan Tom Hanks, yang masing-masing telah dinominasikan beberapa kali dan telah memenangkan Oscar, adalah anggota akademi. Anggota baru hanya dapat memilih satu cabang untuk bergabung. Ini berarti bahwa Sofia Coppola dan Alfonso Cuarón, misalnya, yang masing-masing dinominasikan dan kemudian memenangkan Oscar, bisa bergabung dengan cabang penyutradaraan atau cabang penulisan, tetapi tidak keduanya.

Jika keanggotaan Akademi sebagian besar tidak diketahui, proses pemilihan pemenang mungkin sedikit lebih jelas. Proses ini melibatkan dua fase: pertama, menominasikan kandidat peraih Oscar dan kedua, memilih pemenangnya. Pada tahap pertama, anggota menerima surat suara berisi film-film yang memenuhi syarat. Agar dapat dipertimbangkan untuk dinominasikan, sebuah film harus memiliki durasi feature-length dan harus diputar untuk publik selama setidaknya satu minggu di teater komersial di Los Angeles county antara 1 Januari dan 31 Desember tahun penghargaan. Film dokumenter dan film asing memiliki persyaratan kelayakan sendiri. Anggota hanya dapat menominasikan penghargaan di cabang mereka dan untuk film terbaik. Sebagai contoh, Emma Stone dapat menyarankan nominee untuk aktris terbaik, aktor terbaik, aktris pendukung, dan aktor pendukung, tetapi dia tidak dapat menominasikan kandidat dalam kategori penyuntingan suara terbaik atau sound mixing terbaik. Setiap anggota Akademi dapat memilih hingga lima kandidat untuk setiap kategori yang ditetapkan dan mencantumkannya berdasarkan preferensi.

Untuk menentukan nominasi dalam setiap kategori, surat suara dihitung oleh akuntan publik bersertifikat dari perusahaan yang ditunjuk oleh presiden Akademi dalam sistem yang sedikit kuno dan mungkin terlihat seperti ritual suci bagi orang luar. Untuk memastikan bahwa nominasi memiliki dukungan yang luas, bukan sekedar populer, Akademi menggunakan pemungutan suara instan, yang kadang-kadang disebut pemungutan suara istimewa, yang melibatkan beberapa putaran dan “angka magis”, di mana seorang kandidat harus menerima jumlah suara tertentu untuk dianggap sebagai nominator. Beberapa minggu setelah nominasi diumumkan pada bulan Januari, tahap kedua pemungutan suara dimulai. Untuk pemungutan suara akhir, semua anggota akademi aktif atau seumur hidup diizinkan memberikan suara dalam setiap kategori, tetapi mereka tidak dianjurkan untuk memberikan suara dalam kategori di mana mereka kurang memiliki keahlian. Akuntan sekali lagi menghitung surat suara, menggunakan sistem pemungutan suara istimewa untuk menentukan pemenang kategori Film Terbaik tetapi menggunakan suara populer untuk semua kategori lainnya.

Setelah semua pemungutan suara dan penghitungan selesai, pemenang akhirnya ditentukan, tetapi tidak diberitahukan kepada siapa pun. Hanya dua akuntan yang melihat hasil akhir, dan mereka bertanggung jawab untuk merahasiakan hasil tersebut hingga upacara penganugerahan. Para akuntan menghafal nama pemenang, memasukkan dua set amplop, dan mengemas serta menyimpan dua koper di lokasi yang dirahasiakan hingga hari penganugerahan. Pada acara penganugerahan tersebut, baik anggota Akademi maupun produser acara penghargaan belum tahu siapa yang akan menerima Oscar. Ini tetap menjadi misteri yang lengkap sampai pembawa acara mengucapkan salah satu kalimat paling terkenal di Hollywood: “And the Oscar goes to…”

*** disadur dari Britannica.

Artikel Terkait

Terkini