Sebuah kisah klasik yang terulang di balik hengkangnya Brian Kresna sebagai drummer Sheila on 7

Koridor.co.id

Formasi Sheila on 7 saat merilis album debutnya pada 1999. Anton berdiri paling kiri, sementara Sakti paling kanan. Keduanya kini sudah hengkang (Foto: sheilanon7.com)

Sampai jumpa kawanku

Smoga kita selalu

Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Sampai jumpa kawanku

Smoga kita selalu

Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Demikian lirik di bagian chrous pada lagu “Sebuah Kisah Klasik” yang menghiasi album Kisah Klasik Untuk Masa Depan milik kelompok Sheila on 7 (So7). Adegan videoklip lagu menggambarkan betapa hangat persahabatan tiga orang yang sudah terjalin sejak kecil hingga dewasa.

Sony Music Indonesia merilis album kedua band asal Yogyakarta itu berselang setahun usai kesuksesan album perdana mereka, tepatnya 28 September 2000. Selain “Sebuah Kisah Klasik”, album kedua itu juga menghadirkan beberapa lagu tunggal jagoan yang tak kalah hit, sebut misal “Sahabat Sejati”, “Bila Kau Tak Disampingku”, “Tunjuk Satu Bintang”, dan tentu saja “Sephia” yang fenomenal itu.

Alhasil album Kisah Klasik Untuk Masa Depan ludes terjual sebanyak 1,7 juta keping khusus di pasar Indonesia. Dengan demikian makin sahih pula julukan sebagai band “sejuta copy” untuk cah-cah Yogya ini. Para personelnya kala itu terdiri dari Akhdiyat Duta Modjo (vokalis), Eross Candra (gitaris), Adam Muhammad Subarkah (bassis), Saktia Ari Seno (gitaris), dan Anton Widiastanto (drummer).

Persahabatan antarpersonel yang terjalin sejak lama jadi landasan utama terbentuknya band ini pada 6 Mei 1996. Duta dan Adam bertetangga di kompleks perumahan dosen Universitas Gadjah Mada. Di bangku sekolahan, Adam bertemu Sakti yang sama-sama murid SMP 5. Bertiga mereka membentuk band bernama Why.

Memasuki masa anak putih abu-abu alias SMA, mereka dipertemukan dengan Eross dalam sebuah acara festival kesenian sekolah. Generasi sekarang menyebutnya pentas seni alias pensi sekolah. Eross kala itu sudah punya band bernama Dizzy. Merasa klop, kuartet ini memutuskan latihan bareng. Untuk melengkapi formasi, Eross kemudian mengajak Anton bergabung. Nama bandnya Sheila Gank.

Ketika mendapat kesempatan teken kontrak dengan Sony Music Indonesia, nama band diubah menjadi Sheila on 7. Sheila berasal dari Bahasa Celtic yang artinya musikal, sementara on 7 representasi jumlah tangga nada. Nama Sheila Gank tidak ditanggalkan, tapi menjadi sebutan untuk para penggemar mereka. Kini berkembang menjadi fans club dengan banyak cabang di Indonesia.

Perjalanan karier band ini setelah periode rekaman bisa dikatakan sangat mulus. Serupa mobil melaju di dalam tol yang bebas hambatan. Penjualan album-album So7 bikin para petinggi di perusahaan rekaman semringah. Jadwal konser padat. Sorotan media juga tak pernah sepi.

Alhasil popularitas So7 di industri musik populer Indonesia jadi meroket, bahkan hingga ke negeri jiran. Band pendatang baru ini disejajarkan dengan Slank, Dewa 19, dan Gigi yang sudah duluan ngetop.

Prahara pertama datang menerpa usai perilisan album Pejantan Tangguh (2004). Anton dikabarkan hengkang. Peristiwa ini menyita banyak perhatian media, terutama musik. Segala gosip bercampur fakta di balik apa penyebab pasti keputusan tersebut.

Kutipan yang paling banyak mengapung di media pemberitaan kala itu lantaran Anton dianggap kerap melakukan tindakan indispliner. Berdasarkan penjelasan Anton, keputusan datang sepihak dari manajemen So7. Dirinya merasa dipaksa meneken surat pengunduran diri. Kata lainnya; Anton dipecat. Hingga saat ini, Anton masih menyimpan bukti surat yang terdiri atas beberapa lembar tersebut.

Ihwal yang jadi penyebab, seperti dituturkan Anton, terjadi sepulangnya menonton Moto Grand Prix di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia, 8–10 Oktober 2004. Keputusan menyaksikan ajang balap motor bergengsi itu lantaran sejak lama Anton menggemari motor besar. Pun So7 sedang tidak punya jadwal manggung selama periode keberangkatannya menonton.

Seminggu berselang, ia dipanggil menghadap ke kantor manajemen. Hanya ada tiga orang dalam ruangan; Anton, lalu Anton Kurniawan yang kala itu bertindak sebagai manajer band, dan Adam mewakili para personel lain yang tak hadir.  

Jauh di hati kecilnya, Anton sebenarnya tak ingin meninggalkan grup yang turut dibentuk dan dibesarkannya tersebut. Pasalnya kala itu ia sedang merasa sangat nyaman nge-band bersama So7.

Sebagai band yang usia terbentuknya sudah satu windu dengan banyak jadwal manggung, Anton merasa sentuhan permainan alias sisi musikalitas para personel sudah komplet terbentuk. Sangat klop satu sama lain.

Namun, apa boleh bikin, Anton terpaksa menandatangani surat pengunduran diri tersebut. Kejadiannya 18 Oktober 2004. Sebuah kenangan pahit yang membuat Anton berusaha keras melupakan semua terkait So7, termasuk dengan tidak mendengarkan lagu-lagu So7, sekalipun asalnya dari album ketika dirinya masih mengisi track drum.

Sekitar 18 tahun kemudian, kisah klasik terpentalnya Anton dari tubuh So7 kembali terulang. Kali ini menimpa Brian Kresna Putro, drummer yang masuk sejak 2006 mengisi posisi Anton. Kehadiran Brian yang sebelumnya tergabung dalam kelompok musik Tiket jadi angin segar. Isian drumnya menghiasi lagu-lagu yang termuat dalam album 507 (2006), Menentukan Arah (2008), Berlayar (2011), dan Musim Yang Baik (2014) yang menjadi penanda akhir kerja sama So7 bersama major label Sony Music Indonesia.

Ketika So7 memutuskan untuk melanjutkan pelayaran sebagai band independen, Brian tetap setia. Masa pandemi Covid-19 kemudian mengubah semuanya. Manajemen band yang kini dipegang Adam memutuskan vakum. Menonaktifkan segala aktivitas manggung. Panggung terakhir yang mereka jajal terjadi awal Maret 2020 sebelum turun perintah PSBB dari pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Keputusan untuk menepi sejenak ternyata berlangsung selama dua tahun seiring kondisi pagebluk yang belum kondusif.

Eross dalam sesi mengobrolnya di kanal YouTube Dewa Budjana, gitaris Gigi, mengaku bahwa alasan So7 tidak manggung selama masa pandemi karena kesiapan mental para personel. Pun belum ada urgensi bagi So7 untuk manggung selama pandemi Covid-19.

“Kami juga mengalami banyak problem di manajemen. Jadi semisal detik ini ada tawaran ke Sheila untuk manggung, kami belum bisa karena secara band, secara manajemen, kami enggak lengkap. Jadi sabar aja,” ungkap Eross dalam video yang terunggah 8 Januari 2022.

Ketika disinggung Budjana terkait posisi Brian yang memilih tinggal di Jakarta sementara empat personel lainnya tetap di Yogyakarta, Eross mengaku itu jadi salah satu faktor penghambat. Musabab sejak awal terbentuk band ini laiknya saudara. “Rumah deket-deketan. Enggak harus kerja, enggak harus nge-band, kita ketemu hangout itu cukup menyenangkan. Cuma kalo kali ini kita dituntut profesional untuk manggung. Kondisinya belum bisa,” jawab Eross.

Keretakan dalam tubuh band ini akhirnya mendapatkan konfirmasi. Adam dalam pernyataannya di berbagai media mengatakan bahwa posisi Brian sudah tidak menjadi personel So7 berlaku sejak 6 April 2022. Jawaban moderat nan klasik yang dilontarkan karena masalah internal. Dan masalah itu tidak harus jadi konsumsi publik. “Istilahnya masalah rumah tangga band. Intinya yang perlu diketahui oleh siapa-siapa ya (Brian) sudah tidak di Sheila lagi,” tegas Adam.

Berbagai macam spekulasi kemudian hadir menanggapi kabar tersebut. Banyak orang, terutama Sheila Gank, penasaran dengan alasan pasti yang menyebabkan kembali kosongnya kursi drummer di tubuh So7. Situasi ini ibarat mengulang kisah saat Anton tiba-tiba dinyatakan hengkang.

Melalui akun Instagram, Brian akhirnya bikin pernyataan. Membenarkan bahwa posisinya bukan lagi sebagai drummer Sheila on 7.

Selama dua tahun vakum tidak main bareng lantaran pandemi, Brian mengaku kangen ingin manggung lagi. Tiba-tiba ada ajakan ketemuan dengan manajer band. Dalam pertemuan tersebut manajer menyampaikan sebuah keputusan bahwa So7 akan terus berlanjut. Kapan waktu pasti band kembali manggung belum mereka pastikan ketika itu.

Penjelasan yang didapatkan Brian saat itu adalah So7 akan berlanjut tanpa melibatkan dirinya lagi sebagai drummer. Keputusan sepihak tadi juga tanpa disertai surat resmi dari pihak manajemen band yang telah diperkuatnya selama 18 tahun.

Brian terang menyayangkan cara tersebut. “Harapannya mau seburuk apa pun, semisal gue punya salah, seharusnya kita semua bisa duduk bareng untuk mengobrol membahas apa yang enggak berkenan. Cuma hal itu enggak pernah terwujud. Sampai gue keluar enggak pernah gue diskusi sama band gue komplet,” ungkap Brian kepada Muhamad Iqbal dalam akun YouTube drumNDRUM (15/7/2022).

Sheila on 7 akhirnya manggung lagi dalam ajang Jogja VolksWagen Festival (17/7). Bounty Ramdhan, putra Thomas Ramdhan (bassis Gigi), hadir mengisi posisi drummer. Pun demikian, disampaikan Adam bahwa status Bounty masih sebagai additional drummer. Rencananya So7 akan menggunakan jasa beberapa drummer lain untuk melakoni beberapa kontrak manggung.

Artikel Terkait

Terkini