Komik merupakan salah satu sarana efektif membangun wacana dan kesadaran bagi publik tentang pemanasan global

Koridor.co.id

Ilustrasi konsep pemanasan global
Ilustrasi konsep pemanasan global

Seorang siswi SD bernama Lita merasa cuaca begitu panas membuatnya dia haus hingga dia mampir ke warung Mamat penjualan minuman dingin langganannya. Di sana juga ada temannya Kemal yang juga kehausan.

“Eh Mal, kamu merasa tidak sih bahwa udara semakin lama semakin panas?” celetuk Lita.”Perubahan cuaca semakin tak menentu, tidak dapat diprediksi. Uh, rasanya hidup jadi tak nyaman.”

“Iya, memang,” sahut Kemal. “Bumi kita sedang mengalami pemanasan global. Nah, masalahnya manusia itu sendirilah yang menyebabkan terjadi pemanasan global.”

“Loh, kok manusia yang menyebabkan pemanasan global?” Lita terkejut.

Demikian dialog dalam komik bertajuk “Makin Panas, Jangan Salahkan Alam” yang diterbitkan secara online oleh Pendidikan.id.

Potongan komik Makin Panas Jangan Salahkan Alam (Kredit Foto: Pendidikan.id)

Dalam komik itu diungkap bahwa cerobong asap pabrik, membakar sampah serampangan termasuk dilakukan ayah Lita sendiri, penebangan pohon hingga asap yang dikeluarkan kendaraan bermotor jadi penyebab pemanasan global dan terjadinya efek rumah kaca.

Profesor Meteorologi dan Klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional Edvin Aldrian membenarkan bahwa komik merupakan salah satu sarana efektif membangun wacana dan kesadaran bagi publik tentang pemanasan global yang saat ini sedang terjadi.

 “Hanya saja komik untuk anak-anak dan remaja dengan informasi sederhana. Jangan sampai anak kecil dikasih bahasa kuliah,” ujar dia seperti dikutip dari Koridor

Edvin mengaku sudah menghasilkan beberapa komik dan buku-buku untuk dibaca publik. Salah satu di antaranya bertajuk Komik “Iklim Semakin Tidak Menentu” yang diterbitkan BMKG. Melalui tokohnya Kuku dan Pipi menerangkan mengapa “Akhir-akhir ini Cuaca Sekitar Kita sering berubah bgeitu cepat. Saat di rumah kita terjadi hujan lebat. Namun berapa ratus meter dari tempat kita cuaca kering.”

Potongan Komik karya Edvin Aldrian.

Dalam komik itu, Edvin menerangkan gas-gas rumah kaca sesungguhnya sangat berguna bagi bumi. Dengan adanya gas-gas itu maka permukaan bumi menjadi hangat.

Sehingga memungkinkan semua makhluk bumi untuk hidup di dalamnya karena suhu seimbang gas-gas tadi dihasilkan secara alami di antaranya melalui gas yang keluar dari gunung api, gas-gas di lahan gambut, kebakaran hutan, kotoran ternak.

Potongan Komik karya Edvin Aldrian.

Namun akibat meningkatnya kegiatan manusia di bumi yang menghasilkan gas-gas rumah kaca secara berlebihan maka terjadilah penumpukan gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi yang berakibat meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi.

Dalam komiknya, Edvin menerangkan bukan hanya akibat yang mengerikan terhadap pemanasan global, tetapi juga juga solusinya yang bisa dilakukan anak-anak dan remaja dengan cara begitu sederhana.

Digambarkan juga, anak-anak remaja bisa berhemat memakai air, listrik, menggunakan transportasi massal, memilah sampah dan bila memungkin menanam pohon.

Artikel Terkait

Terkini