Jangan biarkan stres menjadi hal yang wajar, bisa picu penyakit. Salah satu caranya adalah lepas dari orang toksik

Koridor.co.id

Ilustrasi.

Stres pada dasarnya adalah reaksi emosional yang baik. Stres bisa membantu seseorang menyadari situasi yang berbahaya atau mengancamnya, sehingga berusaha untuk keluar dari situasi tersebut. Saat mengalami stres, tubuh secara alami akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin.

Meskipun demikian, jika terlalu lama dibiarkan, stres bukan lagi sesuatu yang wajar dan bahkan bisa memicu berbagai macam penyakit. Penyakit akibat stres salah satunya adalah kanker. Adapun dalam beberapa kondisi akibat stres bisa menyebabkan peradangan hingga kardiometabolik. 

Demi menghindari stres, hindarilah orang-orang yang meremehkan kita. Orang-orang yang kerap bersikap hanya sesuai kemauan mereka tanpa memperhatikan perasaan orang lain. Mereka, memakai istilah zaman sekarang, biasa disebut orang-orang toxic dan bisa memengaruhi kondisi mental kita. 

“Di bulan Februari ini, yang bertepatan dengan hari kanker sedunia dan bulan cinta, mari kita bersama sederhanakan hidup dan tinggalkan orang-orang toxic agar kita terhindar dari stres dan lebih bahagia,” ujar CEO Stress Management Indonesia Coach Pris, dikutip Koridor, Senin (6/2/2023). 

Cara menghindari orang-orang tersebut bisa dimulai dengan membatasi interaksi, ditambah dengan menyederhanakan hubungan dengan orang sekitar. Dengan memberi batasan, orang-orang dapat belajar dari kesalahan dan merefleksikan diri mereka, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama berkali-kali.

Lebih rinci, Pris menjelaskan kita perlu mengenali orang-orang yang berpotensi merugikan diri kita dan mengetahui apakah mereka termasuk orang yang toxic.

Sebab, perilaku buruk dari mereka dapat mempengaruhi kesehatan mental bila dibiarkan dalam jangka panjang.

Selain itu, tanamkan self-love pada diri sendiri. Sebab dengan mencintai diri sendiri maka kita bisa mengetahui pentingnya memprioritaskan kesehatan mental. Menanamkan self-love bisa dilakukan dengan menulis jurnal, melihat kembali pencapaian kita selama ini, mengidentifikasi kelebihan diri kita, dan menentukan tujuan apa yang ingin kita capai di masa depan. 

“Dengan membatasi dirimu dari orang-orang toxic, kamu dapat memiliki hubungan dengan orang sekitar yang lebih sehat dan menguntungkan kesehatan mentalmu,” tandasnya.

Artikel Terkait

Terkini