Hibrida antara modern dan tradisional semakin menjadi kekuatan musikalitas Yura Yunita

Koridor.co.id

Penampilan Yura Yunita di Trans Studio Cibubur-Foto: Irvan Sjafari.

Maju setapak demi setapak, tidak perlu tergesa-gesa, begitulah kesan yang Koridor dapat menyaksikan pertunjukan langsung Yura Yunita di “Dream Festival Ngabuburit Berbagi” di Trans Studio Cibubur, Sabtu 8 April 2023.

Setelah merilis Jalan Pulang beberapa waktu lalu,  kelahiran Bandung 9 Juni 1991 ini tidak buru-buru membuat rilis lagu baru  apalagi membuat album. Tetapi mematangkan lagu-lagu yang sudah dipunyainya.

Dalam pertunjukan di Trans Studio Cibubur itu, Yura Yunita mampu menghadirkan kematangan teknik vokal dan sekaligus improvisasinya. Bahkan alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini juga menyesuaikan kostumnya dengan lagu yang akan dibawakannya. 

Pada penampilannya kali ini dia  mengenakan kebaya dan kain bernuansa biru dengan bunga di rambutnya, mencerminkan cita rasa tradisional perempuan Indonesia, tetapi tetap kekinian.

Yura membuka penampilannya dengan lagu Intuisi yang dirilis 2018. Awalnya lagu ini dikemas dengan nuansa Jepang.  Begitu juga dengan video clipnya. Namun  di Dream Festival ini, Yura memasukkan unsur musik tradisional Indonesia. 

Dalam berapa part, dia terdengar nyinden. Sebetulnya langkah ini sudah dilakukan Yura ketika membawakan lagu Bandung, dan lagu itu juga dibawakan dalam pertunjukan Sabtu sore itu. Tetapi ketika lagu Intuisi dibawakan dengan cara ketika membawakan lagu Bandung, hasilnya ialah ciamik

Calvin Fitra, salah seorang anggota Komunitas Hip-hip Yura mengaku setelah mendengar Intuisi membuatnya tidak meragukan kualitas vokal Yura.

“Secara pribadi saya suka lagu Intuisi, dan versi live performance yang dibawakan Yura di lagu tersebut sangat bagus dengan tambahan improvisasi yang dia buat, serta di lagu itu mengandung arransemen alat musik tradisional Indonesia,” ungkapnya.

Tak kurang enam lagu yang dibawakan Yura. Yang masing-masing memiliki makna dan arti tersendiri.  Dalam pertunjukkan itu Yura sangat sering berkomunikasi dan menyapa penggemarnya. Hal itu menjadi suatu hal yang bakal membekas di hati para penggemarnya.

Bahkan Yura  mengenali beberapa penggemarnya yang duduk di barisan depan. Ketika dia menyanyikan lagu Bandung dan Jalan Pulang, penggemarnya ikut bernyanyi.  Tiga lagu lainnya yang dinyanyikan Yura ialah Dunia Tipu-tipu, Cinta dan Rahasia, serta lagu Tenang tak kalah memukau.

Neysa Dewi, penggemar lainnya memuji penampilan Yura tadi  tidak saja  kualitas bernyanyi sampai interaksinya dengan penonton. “Lagu yang paling menarik hari ini menurut saya Jalan Pulang, karena baru pertama dengar versi langsungnya,” ucapnya.

Penampilannya di Cibubur  mengingatkan pada pertunjukan pada hari pertama Joyland Festival 2023 di Nusa Dua, Bali, 17 Maret 2023.  Menurut beberapa mass media Yura juga mengenakan atasan kebaya warna merah dengan aksen kain hijau yang dibiarkan menjuntai seperti cape di satu sisi lengannya, Yura memadukannya dengan kain batik sebagai rok.

Beberapa penampilan terakhir ini memberikan kesan bahwa Yura melakukan hibrida antara unsur modern barat seperti broadway dengan tidak melupakan tradisi Indonesia, seperti sudah dilakukannya ketika meracik Kataji dan Bandung

Namun ternyata hibrida dia perluas  pada lagu-lagu lain dan juga pada kostum yang dia gunakan. Yura semakin lengkap tidak hanya memikirkan vokal, menciptakan lagu, main alat musik, tetapi juga intelektualitas hingga jadi paket komplementer. Jurus-jurus ini membuktikan bahwa mendiang Glenn Fredly tidak salah memilih talenta.


Artikel Terkait

Terkini