Fiksi atau Fakta: Sepuluh pendapat umum tentang kesehatan kulit

Koridor.co.id

Pemeriksaan kesehatan kulit oleh seorang dokter. Ilustrasi.
Pemeriksaan kesehatan kulit oleh seorang dokter. Ilustrasi.

Di Amerika Serikat, kanker kulit adalah jenis kanker yang paling umum. American Academy of Dermatology mengatakan, lebih dari 3 juta orang mengidap penyakit ini setiap tahun. Sekitar 99 persen penyebabnya adalah sinar ultraviolet. Kanker kulit hampir 100 persen dapat dicegah karena Anda dapat mengontrol seberapa banyak sinar matahari yang Anda dapatkan.

Satu dari lima orang Amerika akan mengidap kanker kulit pada usia 70. Namun, menurut World Cancer Research Fund International, kanker kulit non-melanoma sering dikecualikan dari statistik kanker, dan tidak dilaporkan dalam statistik global karena sangat umum dan kurang terdiagnosis. Penyakit ini juga sering ditangani dalam perawatan primer tanpa dilaporkan. Padahal kasus melanoma, di sisi lain, meningkat dengan cepat di seluruh AS, dan jenis kanker kulit sangat berbahaya ini diperkirakan akan menjadi jenis kanker paling umum kedua dengan sendirinya dalam beberapa tahun ke depan.

Cari tahu seberapa banyak yang Anda ketahui tentang kerusakan kulit datang akibat sinar matahari dan cara mencegahnya terkena kanker. Apakah menurut Anda kepercayaan umum tentang kesehatan kulit dan kerusakan akibat sinar matahari berikut ini benar atau salah?

1. 80 persen kerusakan pada kulit akibat sinar matahari pada kulit terjadi sebelum usia 18 tahun.

Fiksi: Sebuah studi yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menetapkan bahwa lebih dari 25 persen kerusakan akibat sinar matahari terjadi sebelum usia 18 tahun. Setelah itu, bertambah 10 persen setiap satu dekade dalam hidup Anda. Namun, satu sengatan matahari yang terik sebelum usia 18 tahun dapat memperburuk kesempatan Anda terhindar dari melanoma. Angka 80 persen didasarkan pada informasi dan kalkulasi yang salah.

Intervensi pada usia berapa pun bermanfaat untuk memulai perlindungan dan memperbaiki beberapa kerusakan. Gunakan tabir surya dengan spektrum luas (yang menghalangi sinar UVA dan UVB) dengan SPF 30 di wajah Anda dan area kulit lain yang terpapar. Batasi paparan sinar matahari langsung, dan gunakan produk antioksidan penghalang seperti Seng oksida.

2. Anda bisa mendapatkan sengatan matahari bahkan di tempat teduh.

Fakta: Bahkan di tempat teduh, Anda dapat terbakar sinar matahari dari radiasi UV yang dipantulkan dari permukaan terdekat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), permukaan yang tidak pernah Anda duga bisa memantulkan sinar UV malah meningkatkan risiko terbakar. Buih lautan memantulkan 25 persen radiasi UV dan pasir memantulkan 15 persen UV. Rumput, tanah, dan air memantulkan sinar UV kurang dari 10 persen. Salju menggandakan paparan UV Anda.

3. Tanning aman. Yang berbahaya adalah terbakar sinar matahari.

Fiksi: Kulit menjadi kecokelatan setelah tanning adalah hasil dari kerusakan DNA. Inilah yang menyebabkan kulit kecokelatan terlihat lebih gelap. Sinar UV memecah DNA dalam sel-sel kulit, dan tubuh mencoba memperbaiki kerusakannya. Selama proses tersebut, melanin dibuat, yang membuat kulit menjadi lebih gelap.

4. Anda tidak perlu tabir surya pada saat mendung.

Fiksi: Pada saat mendung, Anda bisa terkena sengatan matahari yang lebih menyakitkan daripada saat matahari berada tepat di atas kepala. WHO mengungkapkan bahwa tutupan awan tipis memungkinkan 80 persen sinar ultraviolet matahari masuk. Fenomena broken-cloud adalah hal menarik yang bisa terjadi.

Pada saat mendung sebagian, radiasi UV di permukaan bisa 25 persen lebih kuat dan sinar UV yang menyebabkan kerusakan kulit bisa 40 persen lebih kuat. Para ilmuwan berpikir bahwa efek ini mungkin terjadi ketika sinar UV memantul dari sisi awan tebal atau dialihkan oleh awan tipis.

5. Orang dengan kulit gelap alami tidak perlu menggunakan tabir surya.

Fiksi: Kulit gelap alami dapat terbakar dan menderita kerusakan yang berkembang menjadi kanker kulit. Sebuah studi yang dilakukan oleh American Academy of Dermatology mengungkapkan bahwa orang Afrika-Amerika adalah yang paling mungkin meninggal karena melanoma, karena mereka paling tidak mungkin didiagnosis sejak dini. Ada beberapa perlindungan yang terkait dengan tingkat melanin yang meningkat secara alami, tetapi beberapa kerusakan akibat sinar matahari masih bisa terjadi.

“Ingatlah bahwa anak-anak bisa terbakar matahari apa pun warna kulit mereka. Saya menyarankan semua pasien untuk menggunakan setidaknya tabir surya SPF 30 atau penghalang fisik seperti seng atau titanium oksida,” kata Dr. Erin Boh, ketua dan profesor dermatologi di Tulane University School of Medicine, kepada The Healthy.

6. Salah satu tanda pertama sengatan matahari adalah gatal.

Fakta: Dr. Michele Green, seorang dokter kulit di Lenox Hill Hospital di New York City, mengatakan bahwa Anda dapat mengalami sengatan matahari jauh sebelum kulit Anda menjadi memerah. Faktanya, tanda pertama Anda terbakar sinar matahari adalah kulit Anda akan mulai gatal dan terasa panas. Tanda-tanda lain termasuk haus, kulit kencang, dan nyeri saat disentuh. Kulit bisa memutih saat Anda menekannya.

7. Tanning bed bisa lebih berbahaya daripada sinar matahari alami.

Fakta: Menurut American Academy of Dermatology, satu sesi di tanning bed dapat meningkatkan risiko melanoma sebesar 20 persen, karsinoma sel skuamosa sebesar 67 persen, dan karsinoma sel basal sebesar 29 persen. Wanita berusia di bawah 30 tahun enam kali lipat lebih berisiko terkena melanoma saat menggunakan tanning bed. Oleh karena itu, beberapa negara melarang penggunaannya oleh anak-anak.

8. Makan tomat dan stroberi melindungi kulit dari pembakaran.

Fakta: “Stroberi mengandung vitamin C dan tanin, yang bermanfaat untuk perlindungan matahari, dan tomat mengandung likopen, yang diketahui dapat melindungi kulit dari kerusakan UV,” kata Dr. Green. Namun meskipun memakan buah-buahan tersebut dapat memberi Anda perlindungan alami dari sinar matahari, Anda tetap harus menggunakan tabir surya. 

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa makan anggur dapat melindungi Anda dari sengatan matahari. Menurut para ilmuwan, menambahkan anggur ke salad buah Anda bersama stroberi dan tomat dapat memberi Anda “tabir surya yang dapat dimakan”.

9. Pakaian hitam dan berwarna lebih gelap memberikan pemblokiran penuh radiasi UV.

Fiksi: Menurut Skin Cancer Foundation, pakaian menghasilkan SPF 4 hingga 8. Pakaian dengan warna yang lebih gelap dan tenunan kain yang ketat bersifat lebih protektif.

Bagaimana dengan pakaian pelindung sinar matahari? Pakaian dan topi UPF (faktor perlindungan ultraviolet) memberikan perlindungan lebih dan memblokir lebih banyak radiasi UV daripada pakaian biasa. Tingkat perlindungan berkurang selaras dengan jumlah pencucian yang berulang-ulang.

10. Sengatan matahari hilang dengan sendirinya; Tidak ada cara untuk membuatnya sembuh lebih cepat.

Fakta: Anda tidak dapat membuat sengatan matahari sembuh lebih cepat, tetapi Anda bisa mengurangi gejalanya.

“Jika Anda mendapatkan sunburn dengan cepat – segera setelah Anda merasakan kesemutan – Anda dapat memperlambat dan mengurangi tingkat kerusakannya dengan obat anti-inflamasi non-steroid seperti Aleve atau Advil,” kata Dr. Christopher Huerter, profesor kedokteran dan kepala dermatologi di Creighton University School of Medicine di Omaha, dalam wawancara dengan The Healthy. Menurutnya, kompres dingin dan lidah buaya juga dapat membantu.

Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami demam dan menggigil. Dalam kasus tersebut, kata Dr. Huerter, tenaga kesehatan akan memberikan dosis kortikosteroid oral, seperti prednison kepada pasien.

Seperti biasa, jika Anda khawatir tentang kesehatan kulit Anda, jangan ragu untuk menghubungi dokter Anda.

 

*** disadur dari StudyFinds.org.

Artikel Terkait

Terkini