Bagaimana cerita Pengabdi Setan 2: Communion menjadi film Indonesia pertama yang tayang di IMAX

Koridor.co.id

Joko Anwar (kanan) ingin terus berupaya menyuguhkan hal baru kepada penonton film Indonesia (Sumber: Poplicist)

Joko Anwar (46) bersama tim produksi film Pengabdi Setan 2: Communion kembali membawa perfilman Indonesia menapaki level baru. Sineas yang semasa kecil lihai berburu belut itu sejak lama selalu mempercakapkan ini, “Kita harus terus meningkatkan aspek teknis dan estetis film Indonesia.”

Siapa yang senang jika omongan tadi merata terjadi dalam semua judul film Indonesia saat tayang di bioskop? Masyarakat penonton film. Agar tak ada lagi terlontar kekecewaan atau rasa kesal lantaran film yang disaksikannya dengan penuh usaha akhirnya terbuang percuma.

Perasaan itu jika menghinggapi banyak orang akan berakibat menurunnya kepercayaan terhadap kualitas perfilman nasional. Ujung-ujungnya nanti film-film Indonesia di bioskop bisa sepi peminat lagi.

Tahapan baru yang kini dicapai oleh Joko adalah berhasil membawa sekuel Pengabdi Setan menjadi film pertama dari Indonesia, sekaligus Asia Tenggara, yang menjalani proses Digital Remastering (DMR) menggunakan teknologi IMAX dan ditayangkan di wilayah ASEAN.

Alhasil film yang diproduksi Rapi Films, bekerja sama dengan Come and See Pictures, Sky Media, Brown Entertainment, dan Legacy Pictures ini mendapat slot tayang pula di bioskop-bioskop berteknologi IMAX milik jaringan XXI.

Pada film-filmnya terdahulu, Joko Anwar sudah membawa Pengabdi Setan (2017) tayang di layar 4DX milik CGV. Format ini menitikberatkan pada sensasi yang ditimbulkan sepanjang menonton lantaran munculnya berbagai gerakan, embusan angin, percikan air, pendaran cahaya, dan aroma. Lalu saat perilisan Gundala (2019), telinga penonton lebih termanjakan dengan sentuhan tata suara Dolby Atmos.

Biasanya studio-studio IMAX hanya memutarkan film-film impor, terutama asal Hollywood, Amerika Serikat. Alasannya lantaran hanya film-film produksi sana yang sejauh ini memenuhi syarat untuk tayang di IMAX.

Total ada sembilan studio milik XXI yang dilengkap teknologi IMAX. Tersebar di Gandaria City dan Mall Kelapa Gading (Jakarta), Summarecon Mall Serpong dan The Breeze (Tangerang), Bekasi Summarecon Mall (Bekasi), AEON Mall Sentul City (Bogor), Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall (Surabaya), dan Delipark Mall Podomoro (Medan).

Kesempatan menyaksikan akting Tara Basro, Endy Arfian, Nasar Annuz, Bront Palarae, juga Ratu Felisha dalam ukuran layar lebih besar disertai dukungan tata suara lebih menggelegar sudah dimulai sejak Sabtu (30/7/2022) malam. Hanya ada satu jam pemutaran dan berlangsung serentak.

Penayangan film sebelum jadwal tayang reguler alias sneak preview itu juga bertepatan dengan 1 Muharram 1444 Hijriah alias malam satu suro. Hasilnya, tak butuh waktu lama untuk mengumumkan kepada publik bahwa semua kursi bioskop terisi penuh alias tiketnya sold out.

Seperti namanya, IMAX menawarkan image maximum alias sajian film dengan lebar layar hingga enam kali lipat lebih besar dibandingkan ukuran layar studio reguler. Pun ukuran layar pawagam lain.

Ambil misal IMAX di XXI Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang ukuran layarnya mencapai 24 meter x 14 meter. Sedangkan Starium CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, berukuran 22,3 meter x 12,8 meter. Adapun UltraXD Cinepolis di Lippo Karawaci, Tangerang, memiliki ukuran layar 21 meter x 15 meter.

Aspek rasio di layar IMAX mencapai 1,43:1. Sementara aspek rasio untuk bioskop-bioskop reguler menggunakan 1,85:1 (Academy Flat), 2,39:1 (Cinemascope), dan 1,90:1 (Full Container).

Sederhananya, aspek rasio menjelaskan lebar dan tinggi layar atau gambar. Terdiri atas dua angka yang dipisahkan oleh titik dua. Angka pertama menunjukkan ukuran lebar gambar, sedangkan angka kedua menunjukkan tingginya. Misalnya aspek rasio 1,33:1. Berarti lebar gambar adalah 1,33 kali ukuran tingginya. Untuk menghilangkan desimal dalam rasio ini, biasanya cukup ditulis 4:3.

Dengan tambahan teknologi IMAX with Laser kualitas gambar yang dihasilkan jauh lebih jernih dengan kontras gambar lebih tinggi, terang, dan warna yang mendekati warna sebenarnya.

Selain lebar layar dan kualitas gambar yang bagus, bioskop dengan teknologi IMAX juga punya tata suara lebih canggih dari bioskop biasa. Kekuatannya 12.000 watt dilengkapi DSL-4D sub bass speakers. Suaranya bukan cuma lebih menggelegar, tapi juga lebih jernih dan bebas distorsi.

Oleh karena itu, tidak sembarangan film dapat keistimewaan tayang di IMAX. Hanya yang mendapatkan persetujuan IMAX selaku perusahaan pemilik lisensi teknologi tersebut. Sebab gambar dan audio yang dimiliki sebuah film harus cocok dengan tipe bioskop IMAX.

Ketika dihubungi Koridor melalui sambungan telepon, Rabu (27/7/2022) malam, Joko menjelaskan bahwa ada dua jalur untuk sebuah film bisa tayang di IMAX. Pertama jika syuting menggunakan kamera yang sudah tersertifikasi IMAX, semisal ARRI Alexa LF, Panavision Panaflex Millennium XL2, Canon C300, Sony VENICE, dan tentu saja kamera produksi IMAX.

Jalur kedua adalah film yang tidak direkam dengan kamera IMAX, tapi secara teknis memenuhi persyaratan oleh IMAX agar dapat diproses di laboratorium mereka di Los Angeles, Amerika Serikat.

Melalui siaran pers, Preetham Daniel, Vice President – Theatre Sales: India, South East Asia, Australia and New Zealand IMAX, mengatakan bahwa film Pengabdi Setan 2: Communion mempunyai teknis dengan kualitas tinggi sehingga layak mendapatkan treatment IMAX.

“Proses produksi alias syuting hingga pascaproduksi film ini kami pertahankan menggunakan resolusi 4K. Biasanya ada film yang syuting memakai resolusi 4K, tapi ketika memasuki tahap pascaproduksi, semisal pengerjaan efek visual, lalu diturunkan resolusinya menjadi 2K,” ungkap Joko.

Konsekuensi dari keputusan itu jelas menghabiskan waktu lebih lama saat proses rendering. Pun menyedot lebih banyak ruang penyimpanan. Alhasil biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih besar.

Tentu tujuannya bukan sekadar gaya-gayaan, tapi memungkinkan Pengabdi Setan 2: Communion untuk mengambil kesempatan-kesempatan di masa depan. “Jadi ketika ada tawaran dari IMAX dan kami serahkan file-nya, mereka bilang film ini memenuhi syarat untuk menjalani proses DMR di Los Angeles,” tambah sineas kelahiran Medan ini.

Proses DMR yang memakan waktu hingga tiga pekan lamanya itu mengamplifikasi semua dalam film, mulai dari gambar hingga suara. Hasilnya tentu saja memberikan sebuah pengalaman menonton film yang sangat berbeda.

“Ini kami lakukan bukan semata untuk kami sebagai sineas yang membuatnya, tapi yang terpenting juga untuk kepuasan penonton film Indonesia secara umum. Jadi mereka dapat sesuatu yang lebih dari biasanya,” pungkas Joko yang telah dua kali mengantongi Piala Citra.

Film Pengabdi Setan 2: Communion tayang reguler di semua jaringan bioskop tanah air, termasuk IMAX, mulai 4 Agustus 2022. Setelah itu akan bergentayangan di pawagam negara-negara lain.

Artikel Terkait

Terkini