5 Kebiasaan Berbahaya yang Disukai Peretas

Koridor.co.id

Peretas. Ilustrasi.
Peretas. Ilustrasi.

Jakarta, Koridor.co.id – Anda mungkin berpikir saat ini sudah memiliki keamanan siber yang solid, yang bisa melindungi Anda dari para peretas.

Anda sudah menggunakan kata sandi yang kuat, sudah melakukan tindakan defensif seperti menggunakan VPN atau firewall saat berselancar. Tapi bahkan sebuah perisai yang kuat sekalipun bisa penyok dari waktu ke waktu.

Memang cukup sulit rasanya untuk mengingat semua pengaturan keamanan, atau pun kata sandi yang kita miliki. Jadi biarkan tulisan ini menjadi pengingat, untuk membuat beberapa perubahan supaya terlindung dari serangan siber oleh para peretas.

1. Menggunakan PIN yang sama untuk layar kunci ponsel dan PIN ATM

Karena tidak ingin mengingat banyak kode, Anda membuatnya tetap sederhana dengan menggunakan PIN yang sama untuk ponsel maupun kartu ATM Anda.

Jangan menyerah pada godaan tersebut. Itu bisa menghancurkan Anda secara finansial. Untuk melindungi diri Anda sendiri, gunakan PIN yang berbeda. Jika Anda kesulitan mengingat semuanya, Anda bisa menggunakan aplikasi pengelola kata sandi.

2. Mengaktifkan Bluetooth seharian penuh.

Bluetooth adalah teknologi radio nirkabel jarak pendek yang bekerja mirip dengan Wi-Fi dan jaringan seluler. Bedanya dengan Wi-Fi, Bluetooth melakukan “tugas” yang lebih sederhana dan pada jarak yang lebih pendek.

Anda tidak memerlukan sinyal seluler atau koneksi jaringan untuk menggunakan Bluetooth, karena tidak akan menggunakan kuota internet Anda.

Seperti halnya jaringan Wi-Fi atau koneksi lainnya, Bluetooth memiliki kerentanan. Peretas dan penipu memang harus berada di dekat Anda agar dapat menggunakan Bluetooth untuk membajak ponsel Anda. Namun di ruang publik mana pun, Anda selalu dekat dengan orang asing.

Ada beberapa cara untuk menonaktifkan Bluetooth di iPhone Anda. Buka Pengaturan > Bluetooth dan matikan. Anda juga dapat menggesek ke bawah dari kanan atas layar untuk membuka Pusat Kontrol dan mengetuk ikon Bluetooth.

Langkah yang sama juga berlaku untuk ponsel Android: Buka Pengaturan > Perangkat Terhubung > Preferensi Koneksi > Bluetooth dan matikan. (Catatan: Langkah-langkahnya bisa bervariasi berdasarkan model ponsel Anda)

3. Membiarkan jaringan Wi-Fi atau router tidak terlindungi

Para peretas sangat menyukai koneksi Wi-Fi yang tidak aman. Mereka dapat menggunakan jaringan Anda (yang rentan) untuk menyerang gadget Anda. Termasuk mencuri informasi pribadi Anda.

Mereka bahkan dapat mengunduh file berbahaya atau mengunjungi situs web ilegal melalui router Anda.

Cobalah lakukan dua hal sederhana berikut ini, untuk melindungi jaringan Wi-Fi Anda:

◾ Langkah pertama: Buat kata sandi asli yang sulit dipecahkan. Setelah itu, kunci Wi-Fi Anda dan lindungi rumah Anda.

◾ Pastikan router Anda memiliki kata sandi yang kuat, aman, dan unik.

4. Mengklik tulisan ‘berhenti berlangganan’ pada email spam

Bagi beberapa perusahaan terkemuka, mengklik tanda ‘berhenti berlangganan’ tentu baik-baik saja.

Jika Anda menerima buletin atau email promosi dari merek yang Anda kenal, biasanya merek tersebut mengikuti peraturan pemasaran email.

Namun itu tidak berlaku untuk email spam yang tidak Anda inginkan dan dari pengirim yang tidak Anda kenal. Mengklik tulisan ‘berhenti berlangganan’ justru dapat memperburuk keadaan.

Anda secara tidak sengaja mengonfirmasi bahwa alamat email Anda aktif, dan kemungkinan besar mengundang lebih banyak spam.

Jika itu adalah email acak tentang pangeran yang telah lama hilang atau obat ajaib, hindari tautan berhenti berlangganan. Cukup tandai email-email tersebut sebagai spam di aplikasi email Anda.

5. Mengklik iklan, dan mengunduh file dari situs sembarangan

Tepat sekali. Itu adalah cara paling mudah untuk merusak komputer Anda.

Jika Anda melihat barang yang Anda sukai di iklan, sebaiknya jangan langsung mengklik iklan tersebut. Lebih baik Anda menuju ke bilah pencarian atau mengunjungi situs web barang itu sendiri.

Tentu saja, hal ini memerlukan beberapa langkah tambahan, namun lebih baik begitu daripada nanti Anda menyesal. Lagi pula, membuat iklan berbahaya adalah hal yang sangat mudah bagi para peretas. Mereka bahkan bisa menyamarkan sebuah situs mirip situs perusahaan aslinya untuk membuat Anda lengah.

Itu sebabnya Anda tidak boleh mengklik iklan, meskipun iklan tersebut terlihat aman dan sah. Sebaliknya, temukan sendiri sumbernya. (Kontributor)

*** Saduran dari USA Today.

Artikel Terkait

Terkini