Kalimantan Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan

Koridor.co.id

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran

Palangkaraya, Koridor.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal itu berlaku selama 10 (sepuluh) hari, terhitung sejak tanggal 6 Oktober 2023 sampai dengan tanggal 15 Oktober 2023.

“Kepala daerah yang wilayahnya terjadi karhutla masif, saya instruksikan tidak boleh meninggalkan tempat,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Jumat, 6 Oktober 2023.

Berdasarkan data dari aplikasi BRIN, jumlah hotspot di wilayah Kalimantan Tengah sejak 1 Januari 2023 sampai dengan 2 Oktober 2023 terdeteksi sebanyak 38.104 hotspot.

Sementara kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng sejak 1 Januari 2023 sampai pada tanggal 2 Oktober 2023 terjadi sebanyak 3.230 kali.

Sedangkan luas kebakaran hutan dan lahan yang dipadamkan di wilayah Kalteng sejak 1 Januari 2023 sampai dengan 2 Oktober 2023 mencapai 9.136,81 hektar.

Dia menjelaskan keputusan menetapkan status tanggap darurat tersebut, di antaranya mengacu perkembangan kondisi di lapangan, termasuk penetapan status tanggap darurat di sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Kotawaringin Timur dan Palangka Raya.

Sabran menyebutkan jangka waktu status tanggap darurat dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan penanganan bencana di lapangan.

Dengan ditetapkannya status tanggap darurat Karhutla, Pemprov Kalteng sudah menyiapkan anggaran Rp110 miliar yang bersumber dari dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk memaksimalkan penanggulangan karhutla.

Hal itu antara lain untuk menambah jumlah personel yang melakukan pemadaman maupun sarana prasarana, sehingga karhutla yang masih terjadi benar-benar bisa dituntaskan.

“Jangan ragu menggunakan dana BTT,” jelasnya. (Pizaro Gozali Idrus)

Artikel Terkait

Terkini