Anwar Ibrahim perlu rangkul oposisi untuk akhiri polarisasi politik dan membangun pemerintahan Malaysia

Koridor.co.id

Perdana Menteri ke-10 Malaysia, Anwar Ibrahim. (Kredit Foto: msyaraafiq/shutterstock.com)

Kamis, 24 November 2022 menjadi hari bersejarah bagi tokoh oposisi Malaysia, Anwar Irahim. Raja Malaysia, atau Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, melantiknya sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia.

Keputusan Raja Malaysia itu diambil usai Pakatan Harapan mendapatkan dukungan dari Barisan Nasional, blok politik pimpinan UMNO yang dulunya menjadi seteru politik Anwar Ibrahim. Bagaimana membaca politik Malaysia terkini dan bagaimana tantangan Anwar Ibrahim ke depan dalam memimpin Malaysia yang kini terpecah dalam polarisasi politik.

Dr. Ferooze Ali
Ferooze Ali, Ph.D

Pizaro Gozali Idrus dari Koridor mewawancarai Ferooze Ali Ph.D, analis politik Malaysia. Peraih gelar gelar Doktor Ilmu Politik di Universiti Sains Malaysia itu dikenal juga dari sejumlah tulisannya di media Malaysia yang mengulas politik dan isu internasional di Malaysia. Berikut petikannya.

Bagaimana UMNO akhirnya setuju bergabung dengan Anwar Ibrahim?
UMNO tidak punya pilihan. Mereka tidak mau bersama Perikatan Nasional karena menganggap Perikatan Nasional akan terus berusaha menjatuhkan mereka. Mereka hanya memiliki Pakatan Harapan yang dipandang lebih moderat dan jelas dalam hal strategi politik.

Harus disimpulkan, gabungan UMNO (30) dan Pakatan Harapan (82) akan menghasilkan 112 kursi parlemen dan jumlah ini dalam sistem parlementer Malaysia cukup untuk membentuk pemerintahan. Jika UMNO melebur dengan Pakatan Harapan, Wakil Perdana Menteri akan berasal dari UMNO.

Yang perlu dipikirkan sekarang adalah penerimaan anggota UMNO di akar rumput. Apakah keputusan ini akan menimbulkan pemberontakan internal di UMNO di mana sebagian besar etnis Melayu mereka tidak menyukai asosiasi apa pun dengan Pakatan Harapan.

Bagaimana Anda memprediksi pemerintahan Anwar Ibrahim ke depan?
Manifesto atau janji politik partai Anwar Ibrahim kali ini jika dibandingkan dengan partai politik lainnya berbeda. Ini progresif dan baru. Namun tantangan utama terletak pada implementasinya. Misalnya dalam janji politik Anwar untuk memerangi korupsi. Perlu diketahui bahwa Zahid Hamidi adalah Presiden UMNO yang telah memberikan kontribusi yang kuat bagi Pakatan Harapan sehingga unggul dengan 122 kursi parlemen.

Tapi pertanyaannya, sejauh mana Anwar Ibrahim bisa membiarkan proses peradilan berlanjut terhadap Zahid Hamidi, sahabat karibnya yang masih memiliki 47 kasus di pengadilan? Apa dampaknya jika keinginan Zahid Hamidi untuk membebaskan diri dari kasus-kasus di atas ditolak mentah-mentah oleh Anwar? Ini akan menjadi tantangan bagi Anwar.

Muhyiddin Yassin masih mengklaim dirinya mayoritas, tanggapan Anda?
Saya kira ancaman Muhyiddin Yassin terhadap Anwar Ibrahim hanyalah wacana politik biasa untuk menebus martabat kekalahan Perikatan Nasional.

Perlu digarisbawahi, jumlah kursi parlemen untuk Pemerintahan Anwar Ibrahim kuat. Pakatan Harapan memiliki 82 kursi, Barisan Nasional memiliki 30 kursi dan Gabungan Partai Sarawak memiliki 22 kursi. Jumlah keseluruhannya adalah 122 kursi parlemen. Ini jumlah yang bagus dan jauh lebih besar dari Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin yang hanya memiliki 115 kursi.

Oleh karena itu, dari banyaknya anggota parlemen yang mendukungnya, saya kira kepemimpinan Anwar Ibrahim tidak masalah dalam melayani ancaman Muhyiddin Yassin ini.

Bagaimana caranya agar Anwar Ibrahim mengakhiri polarisasi politik di Malaysia?
Sebelum membangun Malaysia, menurut saya Anwar Ibrahim harus mencari cara untuk berdamai dengan Perikatan Nasional dan mayoritas Melayu di Malaysia. Memang benar bahwa dia harus adil kepada semua kelompok etnis. Ini adalah prinsip yang tidak dapat dinegosiasikan.

Namun dari hasil pendataan, rata-rata 54% orang Melayu Malaysia adalah pendukung Perikatan Nasional dan Muhyiddin dan hanya 11% orang Melayu yang mendukung Anwar dan Pakatan Harapan.

Karena itu, dia juga harus berusaha meyakinkan orang Melayu sebagai etnik mayoritas Malaysia dia tidak akan meminggirkan kepekaan mereka. Keluhan mereka layak didengar di parlemen dan melalui pemerintah negara bagian masing-masing.

Saya kira jika Anwar mampu melakukan ini secara seimbang, dia tidak akan sepenuhnya ditolak oleh etnis Melayu dan akan terus mendapatkan peningkatan dukungan mereka dari waktu ke waktu.

Bagaimana hubungan Malaysia dengan Indonesia ke depan di bawah Anwar Ibrahim?
Dari aspek hubungan internasional, khususnya dengan Indonesia, saya kira Anwar akan melanjutkan hubungan baik Malaysia dengan semangat kekeluargaan seperti yang dilakukan mantan PM Malaysia.

Hal itu juga akan dilakukan sejalan dengan kerangka kebijakan ASEAN yang menginginkan hubungan yang harmonis antaranggotanya. Saya pikir negara pertama yang akan dikunjungi Anwar adalah Indonesia. Hal ini telah dilakukan oleh mantan PM sebelumnya.

Anwar merupakan tokoh Malaysia yang dikenal luas di dunia internasional. Bagaimana posisi Malaysia ke depan dalam politik global?
Saya melihat Anwar Ibrahim akan lebih bersahabat dengan negara-negara Barat. Hal ini sudah dipraktikkan Anwar saat menjabat Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998. Dia adalah salah satu Menteri senior Malaysia pertama pada tahun 1998 yang diundang langsung ke kantor Pentagon untuk berdiskusi dengan mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen.

Jarang politisi Malaysia pada waktu itu memiliki kesempatan seperti itu. Dari segi protokol diplomasi, hal ini menunjukkan kedekatan dan kepercayaan AS terhadap pribadi Anwar Ibrahim. Saya simpulkan Anwar akan mengambil pendekatan nonagresif dengan negara-negara besar dunia, terutama AS, Inggris, Australia, dan lain-lain.

Namun, tantangan utama Anwar adalah menyeimbangkan sifat diplomatis dan bersahabat yang menjadi kepribadian alaminya dengan kepentingan Malaysia di kancah internasional.

Dalam beberapa aspek internasional – kemampuan untuk berani memberikan “sinyal politik yang kuat” atau pesan yang jelas penting untuk melindungi kepentingan negara.

Artikel Terkait

Terkini