Limbah cangkang rajungan dan rumput laut bermanfaat untuk bidang kesehatan dan obat-obatan hingga jadi plastik ramah lingkungan. Belajarlah dari Emma Rochima Wargaatmadja

Koridor.co.id

Emma Rochima-Foto: Unpad.

Staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Emma Rochima Wargaatmadja terpanggil menangani isu sampah plastik.  Perempuan kelahiran Bandung 28 Juni 1971 ini menyatakan data dan fakta bahwa soal itu sudah menjadi permasalahan dunia.

“Amanat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2023 kita harus dapat mengurangi penggunaan plastik sampai 75%,” ujar peraih gelar Doktor di bidang Ilmu Pangan IPB.

Emma menampik bahwa plastik ramah lingkungan temuannya bisa terdegradasi dengan tanah dalam 12 hari dan tidak meninggalkan pratikel mikroplastik seperti banyak dikritisi para aktivis lingkungan terhadap pihak yang mengklaim menciptakan plastik ramah lingkungan.

Berikut wawancara Irvan Sjafari dari Koridor, dengan Emma Rochima melalui surat elektronik pada Jumat, 13 Januari 2023.

Bagaimana ceritanya Bu Emma mengetahui bahwa limbah cangkang rajungan bisa menjadi plastik ramah lingkungan?

Melalui serangkaian riset sejak  2002 yang mengisolasi, mengkarakterisasi dan mengaplikasikan bahan aktif bernama kitosan asal limbah cangkang rajungan lokal yang mempunyai sifat fungsional luar biasa. Karena bersifat polikationik sehingga kitosan limbah cangkang rajungan ini dapat mengikat bahan lain yang bersifat negatif (anionic).

Aplikasi kitosan dalam kemasan dimulai sejak 2015 yang merupakan konsen terhadap permasalahan kemasan plastik yang sudah mengkhawatirkan, maka dimulai mencari dan mensintesa bahan-bahan biologis sebagai komponen penyusuan kemasan bioplastik, salah satunya adalah kitosan dari limbah cangkang rajungan

Seberapa kekuatannya dan plastik itu bisa dibuat kantong kresek mampu mengangkut beban hingga berapa? Apakah sudah ada prototipenya?

Sudah dibuatkan prototipenya dengan telah dilakukan uji fisikokimiawi, kekuatan mekanik, optik, daya biodegradable dan uji mikrobiologisnya

Plastik itu bisa digunakan untuk apa lagi? Apa ada protipenya?

Selain sebagai kemasan juga bioplastik untuk edible film sebagai pengemas makanan misalnya casing sosis, plastik bumbu dan stiker.

Dalam situs Unpad, Anda mengatakan plastik dari bahan alam dapat diurai dalam waktu lebih singkat, proyeksi Anda berapa?

Dari hasil penelitian bahwa daya degradasi tanah terhadap kemasan bioplastik adalah 12 hari sudah terurai.

Kami mewawancarai peneliti dari Greenpeace Indonesia yang mempertanyakan  apakah ada jaminan bioplastik ini masih mengandung campuran virgin plastic atau tidak?.

Bahan baku bioplastik adalah kitosan dan karaginan rumput laut dan ada beberapa varian lainnya. Pada intinya bahan yang digunakan adalah biokomposit.

Apakah Ada jaminan bahwa bioplastik produk Anda tidak akan terfragmentasi menjadi partikel plastik yang lebih kecil, atau biasa kita ketahui sebagai mikroplastik?

Jika di tanah dalam 12 hari sudah terurai sehingga berharap tidak akan jadi mikroplastik karena seluruh bahannya adalah bahan organik

Anda juga mengatakan mengembangkan plastik dari bahan rumput laut. Seperti apa prosesnya? Seperti apa produknya? Sudah ada prototipenya?

Bahan rumput laut menjadi salah satu varian bioplastik yang kami buat. Keunggulan karaginan rumput laut adalah daya gelatinisasi yang tinggi sehingga memudahkan elastisitas kemasan. Sudah ada prototipenya.

Ke depan pengembangan plastik ramah lingkungan ini seperti apa? Anda mengatakan sudah ada dukungan BRIN? Kapan siap untuk dipasarkan?

Kemasan bioplastik berbasis bahan laut akan terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi dan meningkatkan nilai tambah dari sisi ekonomis, ekologis dan lingkungan dan akademis (karena didukung oleh bukti-bukti  ilmiah dan hasil-hasil  riset mulai dari hulu sampai ke komersialisasinya)

Tentunya banyak dukungan telah diperoleh yaitu BRIN melalui skema Pusat Kolaborasi Biomaterial Kelautan, juga dari pendanaan Dikti melalui PTKN penelitian Terapan Kompetitif Nasional dan pendanaan lainnya.

Anda sendiri mengapa tertarik pada isu untuk mencari solusi masalah lingkungan dan juga penelitian limbah rajungan?

Tertarik ke isu sampah plastik karena dengan data dan fakta bahwa sudah menjadi permasalahan dunia di mana amanat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2023 kita harus dapat mengurangi penggunaan plastik sampai 75%

Lalu pertanyaan mengapa rajungan? Itu  karena banyak limbah hasil perikanan baik cangkang rajungan, kulit udang, limbah rumput laut yang belum termanfaatkan padahal khasiatnya luar biasa karena mengandung berbagai bahan aktif yang bermanfaat.

Selain itu limbah-limbah ini bermanfaat untuk aplikasi pangan maupun nonpangan seperti untuk pengolahan limbah, bidang kesehatan dan obat-obatan.

Plastik dari limbah ini diharapkan akan mengatasi isu kerusakan lingkungan karena sampah plastik dan juga dapat meningkatkan nilai tambah dari mengolah limbah menjadi produk komersial berbagai varian sesuai kebutuhan di masyarakat. Kata kuncinya adalah mari berkolaborasi membangun negeri.

Artikel Terkait

Terkini