Koridor.co.id — Kejuaraan Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru yang diselenggarakan pada Minggu (23/8) di Sirkuit Non-Permanen Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, tidak hanya sukses menyajikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Acara ini berhasil menggalang donasi sebesar Rp 120 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menyatakan kegembiraannya atas sambutan positif masyarakat terhadap gelaran Moto Prix ini. Ribuan penonton dapat menyaksikan seluruh rangkaian balapan secara gratis. “Alhamdulillah, acaranya selesai dan berlangsung meriah. Masyarakat bisa menonton gratis, hadiah untuk para juara juga besar, dan UMKM yang berjualan juga kita gratiskan,” ujar Agung.
Agung menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru sengaja mendorong penyelenggaraan event olahraga agar tidak hanya menjadi tontonan dan ajang kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadiran ribuan penonton, pembalap, mekanik, ofisial, komunitas otomotif, hingga pelaku usaha turut mendorong perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Para pelaku UMKM diberikan kesempatan berjualan tanpa dipungut biaya.
“Yang paling membahagiakan, dari event ini kita juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp120 juta untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi,” ucapnya. Agung menambahkan bahwa kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga otomotif dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial.
Lebih lanjut, event balap resmi ini diharapkan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang otomotif, sekaligus menjadi upaya menekan aksi balapan liar di jalan raya. “Kita ingin anak-anak muda yang punya hobi balap memiliki tempat yang benar untuk menyalurkan bakatnya. Bukan balapan di jalan raya. Karena itu, event seperti ini akan kita dorong rutin, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM dan kegiatan sosial,” tegas Agung.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Agung meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru untuk berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polresta Pekanbaru, agar kejuaraan balap motor dapat diselenggarakan secara berkala. “Setelah kita diskusikan dengan Pak Kapolresta, kita berharap event seperti ini bisa dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Dengan adanya wadah resmi, mudah-mudahan balapan liar di Kota Pekanbaru semakin berkurang,” harapnya.
Ke depan, Agung berharap Pekanbaru dapat menghadirkan kejuaraan dengan skala yang lebih besar dan menarik lebih banyak pembalap nasional. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa menghadirkan event-event balap tingkat nasional di Pekanbaru. Selain mengembangkan olahraga otomotif dan melahirkan pembalap-pembalap berprestasi, tentunya kita berharap juga memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Pekanbaru,” katanya.
Kejuaraan Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus 2026, diikuti sekitar 200 pembalap dengan total sekitar 400 starter dari berbagai daerah di Sumatera, termasuk Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi. Sebanyak 15 kategori kelas dipertandingkan, baik kelas utama maupun supporting.
Persaingan ketat terjadi di setiap kelas, menentukan posisi podium pada lap-lap terakhir. Salah satu pembalap yang berhasil meraih podium pertama adalah Ardia Farel Ramadhan asal Bukittinggi, yang menjuarai kelas Bebek Standar U-23. Ardia mengaku bersyukur bisa mengamankan posisi pertama setelah melalui persaingan sengit dan berhasil menyalip lawannya di lap terakhir.
Ardia memberikan penilaian positif terhadap Sirkuit NP Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru. “Layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering dan chicane-nya juga bagus. Cuacanya juga mendukung,” ujarnya. Ia berharap Pemko Pekanbaru kembali menggelar kejuaraan serupa agar para pembalap memiliki lebih banyak kesempatan berkompetisi di Pekanbaru. “Semoga ada seri berikutnya dan event seperti ini bisa kembali digelar di sini,” harapnya.
Ikuti Koridor.co.id
