Menteri Malaysia Surati Indonesia Soal Kabut Asap

Koridor.co.id

Kabut asap yang menyelimuti Kuala Lumpur pada 2019 silam. (Foto: Mohd RASFAN / AFP)

Putrajaya, Koridor.co.id – Malaysia telah mengirimkan surat kepada Indonesia soal polusi udara sehubungan dengan kerja sama berdasarkan Perjanjian Asean tentang Polusi Asap Lintas Batas.

Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Nik Nazmi Nik Ahmad mengatakan surat itu telah dikirim kepada Indonesia menyusul instruksi dari Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim.

“Saya sudah mengirim surat ke Indonesia. Kemarin perdana menteri telah menginstruksikan kementerian untuk mengoordinasikan masalah kabut asap ini. Sesuai dengan instruksi tersebut, saya mengirimkan surat kepada mitra saya di Indonesia,” ujarnya seperti dilansir Bernama pada Kamis (5/10).

Indeks Polusi Udara Malaysia

Situs Sistem Manajemen Indeks Pencemaran Udara Malaysia (APIMS) yang dikelola Departemen Lingkungan Hidup (DOE) melaporkan, hingga sore ini, kualitas udara di Sri Aman berada pada tingkat tidak sehat yaitu 138.

Sedangkan di Serian Sarawak berada pada level 113.

Bacaan Indeks Polusi Udara (API) untuk level 0-50 mengindikasikan kualitas udara yang baik, sedangkan level 51-100 menunjukkan kualitas udara sedang, kemudian level 101-200 menunjukkan kualitas udara tidak sehat, dan level 201-300 menunjukkan kualitas udara sangat tidak sehat.

Level API di atas 300 menunjukkan kualitas udara yang berbahaya.

Pada Senin (2/10), Departemen Lingkungan Malaysia menyatakan bahwa badan meteorologi regional telah mendeteksi nyaris 250 ‘hotspots‘ yang mengindikasikan kebakaran di pulau Sumatra dan bagian wilayahnya di Borneo, dan tidak ada satu pun di Malaysia.

Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Malaysia, Wan Abdul Latiff Wan Jaffar, menyatakan bahwa sekolah-sekolah dan taman kanak-kanak (TK) harus menghentikan semua aktivitas di luar ruangan ketika bacaan API mencapai angka 100.

Kemudian, jika bacaan API mencapai angka 200, sebut Wan Abdul Latiff, sekolah-sekolah akan ditutup sementara atau diliburkan.

Siti Nurbaya Klaim Tidak Ada Transboundary Haze ke Malaysia

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengakui ada potensi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai ke Malaysia.

Namun, dia mengklaim saat ini belum terdeteksi asap menyentuh ke teritorial Malaysia.

“Tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” ujar Siti, Rabu, (4/10).

Siti mengatakan pihaknya telah berupaya menanggulangi karhutla. Salah satunya dengan menyegel 23 perusahaan yang berulah membakar lahan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada 144 perusahaan yang mendapatkan peringatan. Dari 144 itu, 23 perusahaan sudah disegel.

Area yang terkena karhutla antara lain Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatra Selatan (Sumsel).


Artikel Terkait

Terkini