Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Capai 15.500 Orang Lebih

Koridor.co.id

Situasi serangan pasukan pendudukan Israel ke Gaza. (Foto: AA)

Gaza, Koridor.co.id – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza kini bertambah menjadi 15.523 orang sejak awal konflik pada 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah Gaza.

“Jumlah korban agresi Israel di Jalur Gaza mencapai 15.523 jiwa,” kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir Anadolu pada Senin (4/12).

Al-Qudra menambahkan, jumlah korban luka-luka sejak 7 Oktober juga mencapai 41.316 orang.

Mengenai jumlah petugas kesehatan yang tewas, Al-Qudra membenarkan bahwa totalnya mencapai 281 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Selain itu, 56 ambulans dan fasilitas kesehatan hancur total, sementara 20 rumah sakit serta 46 pusat perawatan primer tidak dapat beroperasi, tambah dia.

Al-Qudra mencatat pasukan Israel menangkap empat paramedis ketika mereka menuju ke utara dari Khan Yunis di selatan untuk mengevakuasi para korban luka.

“Yang ditahan antara lain direktur layanan ambulans di Gaza selatan, Anis al-Astal, dan paramedis Muhammad Abu Samak, Hamdan Anaba, dan Abdel Karim Abu Ghali,” sebut dia.

Israel masih menahan 35 petugas kesehatan dari Jalur Gaza, termasuk Mohammed Abu Selmiya, direktur umum Kompleks Medis Al-Shifa, dalam kondisi yang keras dan diinterogasi di bawah penyiksaan, kelaparan, dan kehausan.

Dia juga mengonfirmasi bahwa sejak 7 Oktober, sebanyak 403 orang yang terluka dan sakit telah meninggalkan Jalur Gaza melalui perbatasan Rafah untuk menerima perawatan di luar negeri.

Sementara itu, lebih dari 1,5 juta pengungsi berada di tempat penampungan, tambah dia.

Dia menekankan perlunya menemukan mekanisme yang efektif dan mendesak demi mencegah bencana kemanusiaan dan kesehatan bagi lebih dari 1,5 juta pengungsi di tempat penampungan.

“Korban luka mengalami pendarahan hingga meninggal karena kurangnya layanan kesehatan yang diperlukan di Gaza utara,” kata Al-Qudra.

“Penjajah Israel ingin mengakhiri kehadiran warga Palestina di Jalur Gaza, baik dengan pembunuhan atau pemindahan paksa akibat pemboman. Mereka telah memperluas penargetan warga sipil setelah gencatan senjata, sehingga tidak ada satu pun wilayah di Jalur Gaza yang tidak dibombardir,” imbuh dia.

Tentara Israel kembali mengebom Jalur Gaza pada Jumat pagi setelah mengumumkan berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu.

Setidaknya 509 warga Palestina tewas dan 1.316 terluka pada Jumat dalam serangan udara Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Israel melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober. (Pizaro Gozali Idrus)

Artikel Terkait

Terkini