Hamas Bantah Tercapainya Gencatan Senjata dengan Israel

Koridor.co.id

Pejabat senior Hamas Osama Hamdan. (Foto: Al Jazeera)

Beirut, Koridor.co.id – Pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengatakan pada Minggu (5/2) kesepakatan gencatan senjata tentatif dengan Israel untuk menghentikan perang yang telah berlangsung hampir empat bulan di Gaza belum tercapai.

Menurut Hamdan, para pemimpin Hamas sedang meninjau kerangka kerja yang diusulkan yang disetujui oleh para pejabat tinggi Israel, Qatar, Mesir dan Amerika Serikat.

“Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengumumkan posisi kami terkait usulan tersebut,” kata Hamdan seperti dilansir AFP.

Hamdan menjelaskan Hamas telah berulang kali mengatakan terbuka untuk mendiskusikan inisiatif apa pun untuk mengakhiri agresi biadab terhadap rakyat Palestina.

Meski membenarkan telah menerima proposal gencatan senjata yang dirancang oleh mediator di Paris, Hamdan mengatakan kesepakatan belum tercapai dan rencana tersebut tidak memiliki penjelasan yang terperinci.

“Kami akan mengumumkan posisi kami (segera) berdasarkan keinginan kami untuk mengakhiri agresi yang diderita rakyat kami secepat mungkin,” urai Hamdan.

Pada 28 Januari, sebuah pertemuan diadakan di Paris dengan partisipasi Israel, Amerika Serikat, Mesir dan Qatar, untuk membahas kesepakatan pertukaran tahanan dan berakhirnya agresi Israel di Gaza.

Sumber Hamas mengatakan usulan gencatan senjata tiga tahap saat ini antara lain jeda pertempuran selama enam minggu dan membebaskan beberapa sandera tahanan Palestina.

Hamdan juga mengecam kampanye disinformasi Israel yang bertujuan mendistorsi posisi Hamas.

“Israel menolak semua inisiatif yang dibuat sejauh ini untuk melanjutkan agresi,” katanya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang untuk mendesak tercapainya kesepakatan, kata Departemen Luar Negeri.

Delegasi pemimpin Hamas sebelumnya berada di Kairo pada Kamis (31/1) untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Mesir, termasuk kepala intelijen Mesir, Mayor Jenderal Abbas Kamel, mengenai kemungkinan kesepakatan gencatan senjata, lansir Times of Israel.

Kepala Hamas bertemu Intelijen Turki

Sementara itu, Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, bertemu dengan direktur Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Turki Ibrahim Kalin, pada Sabtu di Doha (4/2) untuk membahas situasi di Gaza, lapor kantor berita Anadolu.

Anadolu, yang mengutip sumber keamanan, melaporkan pertemuan tersebut berfokus pada isu-isu terkait perkembangan terkini di Jalur Gaza, khususnya kemungkinan kesepakatan pertukaran tahanan, gencatan senjata, dan upaya mengakhiri blokade.

Pertemuan tersebut juga membahas pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, sekaligus menekankan pentingnya pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Haniyeh mengkonfirmasi pada Selasa (2/2) bahwa Hamas telah menerima proposal yang dibahas pada pertemuan Paris dan menerima undangan untuk mengunjungi Kairo untuk membahas perjanjian tersebut.

Namun Haniyeh tidak menyebutkan secara rinci tanggal kunjungannya. (Pizaro Gozali Idrus)

Artikel Terkait

Terkini