Dua WNI di Kamboja Disekap dan Diborgol Perusahaan Penipuan Online

Koridor.co.id

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Koridor.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Phnom Penh menelurusi terkait kasus dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang meminta bebas dari kurungan oknum.

Dalam sebuah video tersebar di media sosial, tangan seorang perempuan dan laki-laki yang merupakan suami istri itu tampak terborgol di sebuah ruangan.

Di hadapan kamera nampak wajah mereka lemas dan meminta pertolongan agar pemerintah RI membebaskan mereka.

Keduanya mengaku bahwa mereka berada di wilayah Kapongcong Buffet, Kamboja.

Di sisi lain warganet ada yang iba maupun curiga dengan keduanya, sebab mereka tidak mengungkapkan detail alasan mengapa mereka bisa tersekap.

TKI Ilegal

Sementara itu berdasarkan keterangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, keduanya merupakan warga Kabupaten Purwakarta. 

Yakni Lingga Muhammad Firdaus (28) dan Nia Silvia (26) yang bekerja di luar negeri secara ilegal. Di sana mereka mendapatkan pekerjaan perusahaan judi online sebagai customer service. 

“Kami sudah melakukan upaya investigasi langsung dengan mengunjungi pihak keluarga yang berada di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta. Kami temukan bahwa kedua pasangan itu bekerja di luar negeri dengan status ilegal,” ungkap Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Purwakarta, Wita Gusrianita, Minggu (24/9/2023). 

Upaya Pemerintah

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Judha Nugraha bahwa saat ini KBRI Phnom Penh tengah menangani keduanya yang mengaku mendapatkan perlakuan buruk oleh perusahaan online scam.

“KBRI telah berhasil berkomunikasi dengan kedua WNI dan berdasarkan pendalaman, mereka berinisial LHF (laki) dan NS (perempuan),” papar Judha, Minggu (24/9/2023).

Berdasarkan informasi, mereka berada di Bavet, Kamboja sejak September 2022. Awalnya mereka bekerja di perusahaan judi online, namun pada April 2023 berpindah ke perusahaan online scam.

“KBRI telah berkoordinasi dengan Polisi Kamboja dan saat ini sedang langkah penyelidikan,” tandasnya. (Pipit Aprilia Rahapit)

Artikel Terkait

Terkini