BKSAP: Serbuan Hamas Imbas Diamnya Dunia atas Penindasan Israel

Koridor.co.id

Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon. Foto: DPR

Jakarta, Koridor.co.id – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon meminta semua pihak obyektif dan adil dalam memberikan pernyataan terkait Operasi Badai Al-Aqsa’ yang dilancarkan Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas kepada Israel.

Menurut Fadli, apa yang terjadi sekarang ini akibat diamnya dunia internasional dan PBB atas penindasan yang dilakukan Israel atas rakyat dan tanah Palestina.

“Serbuan Hamas atas Israel adalah akibat penyerangan pendudukan Israel yang terus menerus terhadap Masjid Al-Aqsa, aneksasi atas tanah warga Palestina,” jelas Fadli dalam keterangan yang diterima Koridor pada Selasa (10/10).

Selain itu, Fadli juga mengatakan Israel terus melakukan provokasi sentimen anti-Palestina dan blokade dan isolasi Jalur Gaza sejak tahun 2006.

“Hal ini menyebabkan krisis kemanusiaan yang sangat parah. Ini gambaran umumnya,” ujar Fadli.

Fadli mengatakan Hamas tidak bisa disebut sebagai teroris. Di sisi lain, ia menjelaskan contoh kejahatan Israel sepanjang tahun 2023 yang telah membunuh hampir 300 warga Palestina di Tepi Barat.

Demikian juga provokasi penyerbuan sekitar 4.000 pemukim Israel terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang Juni lalu.

“Namun sayang, dunia internasional tak melakukan langkah konkret apapun, termasuk PBB. Ini penting untuk diingatkan,” tukas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Lebih jauh, Fadli meminta komunitas internasional untuk berintrospeksi.

Dia menekankan bahwa apa yang tengah terjadi sekarang jelas-jelas sinyal dari kegagalan komunitas internasional termasuk PBB, negara-negara besar, dan lemahnya penegakkan tatanan dunia berbasis aturan.

“Selama ini, berbagai kejahatan Israel seperti dibiarkan komunitas global termasuk PBB,” tandas Anggota Komisi I DPR RI ini.

Wakil Ketua The League of Parliamentarians for Al-Quds (Liga Parlemen Dunia untuk Al-Quds) ini menyayangkan, resolusi-resolusi PBB dilanggar terus-menerus oleh Israel.

Maka, tandas Fadli, tak mengherankan jika rakyat Palestina di Gaza menggunakan hak perlawanan untuk kembali ke tanah air mereka.

“Ini seperti para pejuang kita dahulu melawan penjajah Belanda. Rakyat Palestina merasakan ketidakadilan global,” pungkas Fadli menyayangkan. (Pizaro Gozali Idrus)

Artikel Terkait

Terkini