RTH Lestari contoh sukses memanfaatkan lahan tidur menjadi kawasan multiguna yang ekonomis dan berwawasan lingkungan

Koridor.co.id

Ruang Terbuka Hijau Lestari di pemukiman Kompleks Angkatan Laut, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan
Ruang Terbuka Hijau Lestari di pemukiman Kompleks Angkatan Laut, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. (Foto: Irvan Sjafari/Koridor)

Letaknya seperti tersembunyi di  areal pemukiman Kompleks Angkatan Laut, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini  tak banyak diketahui orang luar. Termasuk yang berlalu lalang melalui Jalan Raya Karang Tengah, akses utama untuk warga kompleks.

Didirikan sejak 2018 oleh Kelompok Tani Lestari yang beranggotakan 30 orang, RTH ini menempati areal seluas 3.000 meter per segi. Persisnya berada  di Jalan Baru,  RT03/RW06, menjadi tempat olahraga warga yang hobi jogging karena ada trek melalui areal yang hijau menyejukkan mata.

Menurut Penanggung jawab RTH Lestari Eko Prihatin, terdapat lima kolam  Aquaponik  yang dilengkapi air mancur dan sirkulasi pengairan semiotomatis. Selain itu terdapat tanaman hidroponik dan rumah bibit, hingga sistem pengelolaan sampah terpadu yang terdiri atas; Budidaya Maggot, Bak Komposter, Bank Sampah warga.

Lahan tersebut ditanami pohon produktif berupa, Mangga, Jambu, Pete, Durian, Sukun. Ada pula tanaman pelindung seperti Pohon Mahoni, Bambu, Sengon, Kelapa dan lain sebagainya. Kemudian terdapat tanaman sayuran Kangkung, Sawi, Bayam, Terong dan Cabai di areal hidroponik. Semen kolam diisi Ikan Lele, Nila dan Patin.

“Sekali panen lele bisa menghasilkan satu kuintal, sementara nila dan patin itu 40-50 kilogram per panen. Untuk ikan panen dalam setahun setidaknya dua kali,” terang Eko Prihatin, tentu dengan nada bangga kepada Koridor, 22 Juni 2022.

Untuk setiap jenis sayuran panen sebulan sekali sekitar 10 kilogram untuk setiap jenis sayuran yang lebih dari 10 jenis. Hasil dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dimanfaatkan untuk pakan ikan dan ternak ayam yang juga ada dalam kolam.

Setiap hari maggot mampu mengkonsumsi sampah organik sebanyak dua kilogram per hasil. Hasilnya sampah sampai TPA Bantar Gebang dari RTH ini hanya berupa residu. Sebaliknya budi daya maggot ini mampu menghasilkan 12 kilogram untuk pakan.

Lele dijual sekitar Rp25 ribu per kilogram, sedangkan sayuran rata-rata dijual Rp10 ribu per kilogram. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk membiayai RTH, yang menyerap tiga tenaga kerja tetap dan 5-6 orang tidak tetap. Lalu, untuk kelompok tani hingga kegiatan sosial, dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, maupun kurang gizi.

Artikel Terkait

Terkini