Konflik kepentingan ekonomi dan lingkungan hidup jadi tren global. Pemerintah Jerman lebih memilih ketahanan energi daripada kepentingan emisi gas rumah kaca

Koridor.co.id

Ilustrasi-Foto: Shuterstock.

Jerman mengawali 2023 dengan bentrokan dengan para aktivis lingkungan, ketika pemerintah dan perusahaan energi RWE Power berniat memperluas tambang batu bara Garzweiler untuk memastikan keamanan energi di Jerman.

Imbasnya ialah menggusur Desa Luetzerath yang memiliki cadangan batu bara. RWE mengatakan batu bara di bawah desa akan dibutuhkan paling cepat musim dingin ini.

Perusahaan itu mencapai kesepakatan dengan pemerintah daerah tahun lalu yang memungkinkan desa tersebut dihancurkan dengan imbalan mengakhiri penggunaan batu bara pada tahun 2030, bukan 2038.

Sementara para aktivis lingkungan memperingatkan membuldoser desa itu untuk memperluas tambang batu bara Garzweiler di dekatnya menambah emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar.

Aktivis iklim mengatakan bahwa desa dan sekitarnya tidak boleh dihancurkan dan batu bara di bawahnya, di dekat tambang batu bara coklat terbuka, harus dibiarkan di dalam tanah.

Desa tersebut dimiliki oleh perusahaan energi RWE, dan penduduk terakhir pindah lebih dari setahun yang lalu.

Sejak 10 Januari 2023 para pengunjuk rasa menolak mematuhi keputusan pengadilan yang secara efektif melarang mereka berada di daerah tersebut.

Beberapa di antara mereka menggali parit, membangun barikade, dan bertahan di sana dalam upaya menghentikan alat-alat berat mencapai desa itu.

Keesokan harinya pada 11 Januari 2023  petugas anti huru hara bergerak masuk ke desa kecil Luetzerath. Beberapa batu dilemparkan para aktivis ke arah polisi.Ratusan petugas membersihkan sekitar 300 aktivis dari L├╝tzerath dalam operasi tersebut.

Ketegangan antara polisi dan pengunjuk rasa iklim meningkat pada 14 Januari 2023, dengan petugas menggunakan meriam air dan pentungan untuk membubarkan para aktivis, demikian laporan https://www.bbc.com/news/world-europe-64285787  

Sekitar 20 pengunjuk rasa terluka dan dibawa ke rumah sakit, menurut seorang petugas medis dari kelompok aktivis tersebut.

Seorang juru bicara polisi mengatakan sekitar 70 petugas terluka sejak mereka mulai memindahkan orang dari lokasi pada hari Rabu, dengan banyak dari petugas tersebut terluka selama bentrokan hari Sabtu.

Penyelenggara iklim mengatakan sekitar 35.000 pengunjuk rasa berdemonstrasi. Sementara pejabat polisi menyebutkan jumlahnya sekitar 15.000.

Polisi mengatakan mereka memindahkan aktivis yang menunggu di rumah pohon, sehari setelah bentrokan pecah antara kedua belah pihak. Dua orang masih bertahan di terowongan bawah tanah di lokasi di Jerman barat, tambah polisi.

“Tidak ada lagi aktivis di desa L├╝tzerath,” kata polisi, seraya menambahkan bahwa bangunan di lokasi itu. Kecuali dua aktivis yang bertahan di terowongan,” kata polisi pada Minggu malam.15 Januari 2023 seperti dikutip dari  https://www.aa.com.tr/en/europe/2-german-climate-activists-still-hold-out-in-tunnel-in-lutzerath/2788946

Penghancuran desa berlangsung pesat, dan sebagian besar bangunan sudah tidak berdiri lagi. Di sebuah terowongan tempat dua aktivis iklim bertahan, pemadam kebakaran secara teratur memeriksa alat ventilasi.

Seorang juru bicara perusahaan energi RWE secara ringkas menggambarkan situasi tersebut kepada perwakilan media pada 16 Januari 2023 sebagai “statis”.

Juru bicara RWE mengatakan belum jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan para aktivis untuk keluar dari sana. Departemen pemadam kebakaran pabrik perusahaan energi mengambil alih operasi tersebut, yang digambarkan sebagai “penyelamatan”.

Petugas polisi dan aktivis berada di pintu masuk terowongan 16 Januari 2023, tampaknya mengadakan pembicaraan. Pemantau parlemen juga hadir.

Artikel Terkait

Terkini