Konflik tak berkesudahan harimau versus manusia di Tanah Rencong

Koridor.co.id

Harimau Sumatera dalam kandang BKSDA Aceh-Foto: Dok. BKSDA Aceh.

Pada 22 Februari 2023, pagi hari, seekor anak Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan mati di kebun warga, di Desa Penuaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

Pihak kepolisian Aceh Timur AKP Arif Sukmo menuturkan sehari sebelumnya tiga ekor anak kambing mati diduga diterkam harimau.  Pada saat melakukan pengecekan bangkai kambing itulah, bangkai anak harimau ditemukan.

Anggota Polsek Serbajadi, anggota Koramil 01/PNR dan petugas dari FKL (Forum Konservasi Leuser) serta perangkat Gampong Peunaron Lama melakukan pengecekan bangkai kambing. Ketika Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi, ditemukan sebuah karung berisi racun. Diduga aak harimau itu mati keracunan.

Pada hari itu juga, seorang pria berusia 38 tahun di wilayah itu, ditangkap polisi karena diduga meracun anak harimau hingga mati. Pelaku kesal  empat ekor kambingnya mati dimangsa hewan yang dilindungi itu.

SY ditangkap saat bersembunyi di rumah saudaranya di Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh Timur.  Dia mengakui telah menabur racun hama di bangkai kambing yang di mangsa harimau. Satwa dilindungi itu kemudian ditemukan mati tak jauh dari bangkai ternak.

Sementara itu di Sampali, Kluet Tengah, Aceh Selatan, pada 1 Februari 2023,  dua petani, Amrizal (65) dan Habib (9)  diserang seekor harimau saat berkebun di wilayah Sampali, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan. Keduanya  merupakan warga Desa Ladang Teungoh, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan.

“Mereka diserang saat menginap di pondok kebun pukul 02.00 WIB. Habib mengalami luka serius, sementara Amrizal luka ringan,” lanjut Marwazi.

Dalam perkembangannya, harimau yang diperkirakan menyerang tim patroli dan masyarakat itu ditangkap menggunakan kandang perangkap, Sabtu, 4 Februari 2023 Harimau dibawa ke Kantor BBTNGL di Tapaktuan, Aceh Selatan, untuk pemeriksaan kesehatan dan lainnya.

Pada 28 Januari 2023  Tim patroli Forum Konservasi Leuser (FKL) yang melewati hutan Sampali, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh,  ketika berpatroli ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser [TNGL], diserang harimau sumatera.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), U. Mamat Rahmat mengatakan, tim berpapasan seekor harimau sumatera di pinggir sungai. Harimau yang merasa teritorinya terganggu, langsung menyerang.

Forum Konservasi Leuser mengakui, kejadian ini merupakan yang pertama kali. “Patroli perlindungan Leuser akan terus kami lakukan bersama pemerintah,” ujar  FKL di media sosialnya.

Setidaknya, belasan warga diserang satwa liar harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan gajah sumatera (Elehas Maximus sumatranus) selama Januari dan Februari 2023. Bahkan, dua warga di antaranya meregang nyawa.

BKSDA mengungkapkan  daerah yang paling tinggi intensitas konflik satwa meliputi Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Selatan, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya. Untuk gajah, kawanan gajah liar terbesar berada di wilayah hutan Pidie.


Artikel Terkait

Terkini