Koridor.co.id — JAKARTA – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, melakukan kunjungan langsung ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut perintah Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, untuk memulihkan layanan administrasi kependudukan yang lumpuh pascagempa bermagnitudo 7,7.
Selama empat hari di Flores, Teguh dan rombongan fokus pada penggantian dokumen warga yang hilang atau rusak. Tim gabungan Kemendagri membawa peralatan lengkap untuk perekaman dan pencetakan cepat. Tujuannya adalah agar warga terdampak gempa segera mendapatkan kembali dokumen penting seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran tanpa dikenakan biaya.
“Bapak Menteri Dalam Negeri memerintahkan kami turun langsung ke lapangan. Gempa ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga memusnahkan dokumen-dokumen penting seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran milik warga. Kami membawa peralatan lengkap untuk perekaman dan pencetakan cepat agar warga bisa segera mengurus dokumennya kembali tanpa pungutan biaya,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyambut baik respons cepat pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya dokumen kependudukan yang valid untuk kelancaran penyaluran bantuan sosial dan proses pemulihan pascabencana. “Kami sangat berterima kasih atas respons cepat dari Ditjen Dukcapil. Di saat warga kami kehilangan tempat tinggal, dokumen kependudukan sering kali ikut tertimbun atau hilang. Padahal, KTP-el dan KK itu menjadi syarat utama bagi warga untuk menerima bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga rehabilitasi rumah dari pemerintah,” katanya.
Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil, Muhammad Nuh Al Azhar, menjelaskan fokus penanganan pascagempa. Pertama, memastikan data penduduk berdasarkan nama dan alamat (BNBA) yang aman menjadi dasar pendataan warga terdampak. Kedua, memastikan Dinas Dukcapil setempat tetap dapat melayani pencetakan KTP-el dan Kartu Keluarga, serta perekaman KTP-el baru dan penerbitan akta kelahiran serta kematian.
“Kami juga memberikan informasi lebih lanjut tentang akses Dashboard SIAK yang secara real-time dapat menyajikan data faktual mengenai kondisi kependudukan yang dinamis di wilayah terdampak. Selain itu, kami menjelaskan kegunaan aplikasi IKD+ yang dimiliki petugas Dukcapil, misalnya untuk mengaktivasi IKD masyarakat, mencari identitas seseorang berdasarkan NIK, membaca microchip yang ada di dalam KTP-el, hingga membantu orang tua dalam pencarian dan penentuan nama unik untuk bayinya,” jelasnya.
Penanganan pascagempa di Flores juga mendapat perhatian lintas kementerian. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turut meninjau sekolah terdampak. Pemerintah pusat terus mengoordinasikan bantuan mulai dari tenda darurat, pemulihan sarana pendidikan, pendampingan trauma healing, hingga pemulihan dokumen kependudukan warga.
Ikuti Koridor.co.id
