Koridor.co.id — iQOO X bukan sekadar smartphone biasa yang akan tersedia bulan depan atau tahun depan. iQOO menghadirkan ponsel ini sebagai gambaran fisik dari visi mereka mengenai ponsel flagship di masa depan. Konsep ini menggabungkan baterai solid-state berkapasitas 15.000mAh, chip Snapdragon generasi mendatang yang masih fiktif, serta desain industrial yang terinspirasi dari perangkat gaming.
Berbeda dari banyak ponsel konsep yang hanya ada dalam bentuk render, iQOO telah memproduksi prototipe fisiknya. Gambar prototipe ini menampilkan dua versi, dengan sentuhan akhir matte hitam dan putih. Desainnya terlihat jauh lebih menarik dibandingkan sekadar persegi panjang kaca dengan lingkaran kamera yang terlalu besar.
Desain Industrial yang Menonjol
Elemen paling menonjol dari iQOO X adalah bilah kamera horizontal yang sangat besar. Bilah ini membentang hampir selebar ponsel, menyerupai perpaduan antara visor fiksi ilmiah dan kisi-kisi ventilasi pada PC gaming. Tiga kamera tersembunyi di balik bagian kaca gelap, sementara area logam bergaris mengisi bagian tengahnya. Pada model hitam, garis luar berwarna oranye terang mengelilingi seluruh modul, memberikan nuansa visual khas perangkat gaming, bukan flagship fotografi konvensional.
Versi putih hadir dengan tampilan yang lebih kalem, mengganti detail oranye dengan warna perak, namun tema mekanisnya tetap terasa. Di bawah bilah kamera terdapat empat elemen bulat kecil dan detail berbentuk pil, diikuti tulisan “Galaxy Meets Imagination.” Panel belakang yang nyaris sepenuhnya datar membuat rakitan kamera yang kompleks tampak semakin menonjol.
Spesifikasi Futuristik
Menariknya, iQOO tidak berusaha menyembunyikan benjolan kamera. Justru sebaliknya, mereka menjadikannya fitur visual utama ponsel. Di era di mana produsen semakin memperluas pulau kamera di seluruh lebar flagship mereka, iQOO X membayangkan tren tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih fungsional dan sengaja dibuat industrial.
Tema futuristik berlanjut ke bagian dalam. iQOO mencantumkan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 10 Pro, sebuah prosesor yang saat ini belum ada, dipasangkan dengan chip gaming QX milik perusahaan sendiri. Hal ini menunjukkan seberapa jauh ke masa depan konsep ini dirancang.
Lebih ekstrem lagi adalah baterai all-solid-state berkapasitas 15.000mAh yang diberi nama “Blue Ice”. Kapasitas ini lebih dari dua kali lipat kapasitas baterai flagship pada umumnya saat ini, meskipun prototipe ini tetap mempertahankan proporsi yang terasa mengejutkan seperti smartphone di tangan.
Layarnya juga tak kalah berlebihan: panel LTPO 6.0 berukuran 7 inci dengan resolusi 2K+, refresh rate 240Hz, dan touch sampling 4.800Hz. iQOO juga membayangkan zona refresh rate dinamis yang dikontrol AI dan pembaca sidik jari ultrasonik setengah layar, yang secara efektif mengubah sebagian besar layar menjadi sensor biometrik.
Sistem kamera yang diusulkan juga tidak kalah ambisius, terdiri dari kamera utama Sony 200MP, periskop telephoto Samsung 200MP, dan ultrawide Samsung 50MP.
Perkiraan Harga
Menariknya, iQOO bahkan telah melampirkan perkiraan harga untuk perangkat visinya ini. Konfigurasi berkisar dari 12GB + 512GB seharga ¥6.999 (sekitar Rp 15,4 juta) hingga versi 24GB + 1TB seharga ¥8.599 (sekitar Rp 18,9 juta).
Ikuti Koridor.co.id
