— Apple disebut-sebut menunda peluncuran iPhone Ultra selama bertahun-tahun demi memastikan perangkat lipat mereka tidak mengalami masalah yang sama seperti ponsel lipat Samsung, yakni kerusakan layar akibat debu dan kotoran yang masuk ke bagian lipatan.

Masalah ini pertama kali terungkap pada Samsung Galaxy Fold generasi pertama di tahun 2019, yang bahkan sampai menyebabkan pembatalan pemesanan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa isu ini ternyata masih belum terselesaikan pada model generasi kedelapan.

Masalah yang Menghantui Ponsel Lipat Samsung

Kerusakan pada perangkat Galaxy Fold generasi awal disebabkan oleh debu dan kotoran yang terjebak di dalam lipatan saat ponsel ditutup. Partikel-partikel ini merusak layar, sehingga memerlukan penggantian seluruh modul layar.

Menurut laporan The Verge yang mengutip teardown iFixit pada Galaxy Z Fold 8, masalah serupa masih ditemukan. iFixit menemukan bahwa dengan peringkat IP48, yang berarti tidak terlindungi dari partikel berukuran di bawah 1 milimeter, debu dan pasir dapat masuk ke mekanisme engsel. Komponen ini sulit untuk diperbaiki atau diganti.

“Setelah menggerakkan Fold 8 buka dan tutup, engsel mulai mengeluarkan suara gemeretak yang sangat mengerikan, dan ponsel berhenti membuka secara normal,” ujar iFixit.

Dua Alasan Apple Menunggu

Apple dilaporkan membutuhkan waktu lebih dari tujuh tahun untuk meluncurkan ponsel lipatnya sendiri karena dua alasan utama. Pertama, Apple tidak puas dengan lipatan layar yang terlihat jelas saat perangkat dibuka. Mengatasi hal ini ternyata cukup menantang, bahkan sampai melibatkan insinyur Apple sendiri untuk bekerja sama dengan Samsung.

Kedua, Apple disebut memiliki kekhawatiran mengenai ketahanan mekanisme engsel yang ditawarkan Samsung. Masalah ini dilaporkan baru sepenuhnya terselesaikan pada Juni lalu.

Akankah iPhone Ultra Bebas Masalah?

Untuk masalah lipatan layar yang terlihat, Apple kemungkinan besar telah berhasil mengatasinya. Samsung sendiri kemungkinan menggunakan layar yang hampir identik pada Fold 8, dan situs berita teknologi 9to5Google melaporkan bahwa lipatan tersebut nyaris tidak terlihat.

Sementara itu, ketahanan engsel dalam jangka panjang masih memerlukan waktu untuk dinilai. Namun, kita bisa mendapatkan petunjuk mengenai kerentanannya terhadap debu dan kotoran melalui peringkat IP yang akan diungkap.

Peringkat Ingress Protection (IP) digunakan untuk menentukan seberapa baik sebuah perangkat menahan debu dan kotoran. Skornya berkisar dari nol (tanpa perlindungan sama sekali) hingga enam (sepenuhnya tahan debu). iFixit mencatat bahwa Fold 8 hanya mendapat skor empat pada skala ini, yang berarti tidak ada perlindungan terhadap kotoran asing berukuran di bawah 1 mm.

Penggemar teknologi akan menantikan spesifikasi iPhone Ultra yang akan muncul di situs web Apple untuk mengetahui seberapa tahan debu perangkat tersebut. Sebagai contoh, iPhone 17 Pro terdaftar dengan peringkat IP68, di mana angka pertama (6 dari 6) menunjukkan perlindungan debu yang sempurna.

Diharapkan iPhone Ultra akan memiliki peringkat IP minimal 5, atau idealnya 6. Jawaban ini akan segera diketahui setelah peluncuran bulan depan ketika spesifikasi resmi diumumkan di situs web Apple. Jika skornya enam, Apple kemungkinan akan menyebutkannya saat presentasi utama, sehingga kita tidak perlu menunggu lebih lama lagi.