— PT Indika Energy Tbk (INDY) mengumumkan pendirian dua anak usaha baru yang akan fokus pada sektor jasa logistik, kepelabuhanan, dan perdagangan. Pembentukan dua entitas baru ini dilakukan melalui dua anak usaha INDY yang sudah ada, yaitu PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan PT Interport Mandiri Utama (IMU).

Kedua anak usaha baru tersebut diberi nama PT Tujuh Rasa Daya dan PT Tujuh Raya Dewi. Berdasarkan keterbukaan informasi Indika Energy yang dikutip oleh Stockbit Sekuritas, PT ILSS akan memiliki 51% saham di kedua entitas tersebut, sementara PT IMU akan memegang sisa 49% saham.

Stockbit Sekuritas menjelaskan bahwa PT Tujuh Rasa Daya dan PT Tujuh Raya Dewi akan menjalankan berbagai lini bisnis. Cakupan operasionalnya meliputi konsultasi manajemen, perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak, angkutan multimoda dan angkutan barang bermotor, serta pelayanan kepelabuhanan laut.

Hingga saat ini, Indika Energy belum merinci lebih lanjut mengenai rencana bisnis spesifik atau rencana investasi lanjutan untuk kedua anak usaha yang baru dibentuk ini. Informasi lebih detail diharapkan akan disampaikan seiring dengan perkembangan operasional kedua perusahaan.

Di sisi pasar modal, saham INDY menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Saham emiten energi ini tercatat menguat 2,40% ke level Rp 2.560 pada sekitar pukul 14.04 WIB. Total volume perdagangan saham INDY mencapai 13,44 juta saham yang ditransaksikan melalui 4.096 kali frekuensi, dengan nilai transaksi total mencapai Rp 33,84 miliar.

Secara valuasi, saham INDY saat ini diperdagangkan dengan rasio price to book value (PBV) di kisaran 0,62 kali. Rasio ini merupakan indikator perbandingan antara harga saham di pasar dengan nilai buku per saham perusahaan.

Performa finansial Indika Energy sepanjang semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Perusahaan berhasil membukukan omzet sebesar US$ 1,14 miliar, atau setara dengan sekitar Rp 20,47 triliun berdasarkan kurs konversi dalam laporan keuangan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan pendapatan pada semester I-2025 yang tercatat sebesar US$ 956,81 juta.

Sementara itu, laba bersih INDY pada enam bulan pertama tahun ini mencapai US$ 10,19 juta. Kinerja laba ini menunjukkan kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2025, yaitu sebesar US$ 2,24 juta.