Ada yang Berpikir Berkali-kali Naik Haji untuk Pertobatan

Koridor.co.id

Ilustrasi Naik Haji-Foto; Shutterstock.
Ilustrasi Naik Haji-Foto; Shutterstock.

Jakarta, Koridor.co.id – Pemahaman Umat Islam Indonesia terkait kewajiban menunaikan Ibadah Haji itu sekali seumur hidup, belum tertanam baik. Bahkan ada godaan bagi mereka yang punya uang untuk berhaji berkali-kali.

Staf pengajar Jurusan Studi Agama-agama, Fakultas Ushuludin, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Yeni Huriani mengatakan ada pemahaman keliru di kalangan orang berduit ini.

“Mereka berpikir bahwa di Mekah bisa melakukan pertobatan lebih khusyuk atas dosa yang mungkin dilakukan setelah sekali berhaji,” ujar Yeni kepada Koridor, Senin (25/9/2023).

Yeni setuju bahwa untuk mencegah orang naik Haji berkali-kali, Indonesia memerlukan regulasi. Pasalnya, jumlah Ummat Islam Indonesia yang sangat banyak, sehingga memerlukan antrean yang sangat panjang.

“Dari pada jatah itu diambil oleh yang sudah pernah berhaji, sebaiknya diberikan kepada yang belum pernah melakukannya,” katanya.

Yeni menyampaikan,  perlu sosialisasi pemahaman tentang keutamaan shodaqoh untuk menolong orang yang membutuhkan bagi mereka yang  telah menunaikan kewajiban-kewajiban mahdohnya.

Bagi mereka yang hanya ingin Ibadah Umroh berkali-kali perlu juga pengaturan, mungkin per 10 tahun. Hingga mereka yang belum mencapai satu dekade tidak boleh mengulang umroh.

Orang kaya bisa mengalokasikan rezekinya untuk keperluan sosial yang lebih maslahat. Para Ustadz perlu mensosialisasikan manfaat menolong sesama lebih bernilai untuk jangka panjang.

Gelar Haji Hanya ada di Indonesia

Bagaimana dengan motif untuk naik Haji untuk prestise? Menurut Yeni perlu penelitian untuk hal itu. Dia hanya membenarkan beberapa motif orang dalam beribadah Haji,

“Salah satunya adalah gelar ‘haji’ hanya ada di Indonesia. Bagi sebagian orang, gelar haji menjadi kebanggaan tersendiri,” pungkasnya.

Yeni Huriani -Foto: Dokumentasi Pribadi

Sebagai catatan Indonesia menjadi negara degan kuota haji terbanyak di dunia pada 2023. Dengan jumlah Umat Islam sebesar 237 juta jiwa, Pemerintah Arab Saudi menambah tambahan kuota Haji sebesar 8.000 orang hingga total kuota menjadi 221 ribu orang. Sedangkan total Jemaah haji dunia pada 2023 adalah 2 juta orang.

Menurut Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin rata-rata masa tunggu haji di Indonesia berkisar 22 tahun, bahkan ada yang sampai 46 tahun.  Dengan lamanya masa tunggu tersebut, banyak calon jamaah yang sudah meninggal sebelum mereka sempat melaksanakan ibadah haji.

Padahal bisa jadi calon jamaah bukan orang berduit, melainkan orang biasa yang menabung bertahun-tahun. Jadi demi keadilan memang aturan naik haji hanya sekali. diperlukan (Irvan Sjafari).

Artikel Terkait

Terkini