XL Axiata Alokasikan Belanja Modal Rp8 Triliun Perkuat Jaringan

Koridor.co.id

Gedung PT XL Axiata Tbk (bangoland / Shutterstock.com)
Gedung PT XL Axiata Tbk (bangoland / Shutterstock.com)

Jakarta, Koridor.co.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) memperkuat jaringan dengan mengalokasikan belanja modal atau capital expendicture (capex) Rp8 triliun. Mayoritas alokasi belanja modal untuk mendukung kebutuhan ekspansi jaringan. 

Pada akhir Juni 2023, total BTS 2G dan 4G XL Axiata mencapai 150.261 unit. Jumlah BTS 4G sebanyak 97.125 ribu unit. Jumlah BTS 4G ini tumbuh 9,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik mencapai 59% (fiberized).

XL Axiata terus memperkuat eksekusi strategi konvergensi. Dengan mendorong bisnis fixed mobile convergence (FMC) di semua area. Termasuk, pada produk, infrastruktur jaringan dan IT serta manajemen.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan investasi dan strategi jaringan berhasil meningkatkan kualitas pengalaman jaringan yang lebih baik. Tentunya ini untuk mendukung penggunaan layanan yang lebih tinggi. 

“Terbukti dengan trafik yang tumbuh sebesar 21 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” kata Dian, Kamis (27/7/2023). 

Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir Juni 2023. Utang kotor tercatat di angka Rp9,97 triliun. Rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,67x. Utang bersih tercatat Rp8,4 triliun. 

XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 39% pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga mengambang dan 61% memiliki suku bunga tetap. Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan 44% menjadi Rp4,50 triliun.

Layanan Produk Konvergensi

Sejak dua tahun terakhir, XL Axiata telah mencanangkan visi sebagai operator konvergensi terdepan di Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, XL Axiata terus berupaya keras membangun fondasi kuat melalui organisasi yang juga terkonvergensi. Demikian juga pada IT, jaringan, hingga distribusi. Hasilnya, saat ini semua aspek tersebut sudah terkonvergensi.

Melalui pembentukan entitas Serve Co dan Fiber Co. XL Axiata akan menjalankan tugas sebagai Serve Co yang akan menangani semua layanan fixed mobile convergence (FMC) dan fixed broadband (FBB). Link Net akan menjalankan tugas Fiber Co dengan menyediakan jaringan fiber sebagai penopang kedua layanan tersebut.  

Kolaborasi yang semakin erat antara XL Axiata dengan Link Net akan meningkatkan penetrasi layanan konvergensi di Indonesia. Dalam lima tahun ke depan, kedua pihak akan memperluas cakupan layanan hingga 8 juta home pass

XL Axiata dan Link Net telah menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan dan pengoperasian jaringan 1 juta home pass yang pertama dengan menjangkau sejumlah kota/kabupaten di Indonesia. 

Dengan penambahan 1 juta homes passed ini, XL Axiata berharap mampu mendorong percepatan penetrasi konvergensi layanan XL SATU. Dalam kerja sama ini, XL Axiata telah menyiapkan perencanaan (planning) dan desain target pasar yang bisa melayani kebutuhan layanan konvergensi (convergence). Sementara itu, Link Net akan melakukan desain jaringan dan kapasitas yang dapat memenuhi kebutuhan target pasar XL Axiata. 

XL Axiata kini terus mengembangkan produk ke segmen korporat dan usaha kecil menengah (UKM). Dengan memadukan pengembangan layanan FMC di korporat dan UKM seiring dengan meningkatnya kebutuhan atas layanan Information and Communication Technology (ICT), Internet of Things (IoT), dan Big Data

Hingga akhir Juni 2023, tingkat penetrasi layanan FMC XL Axiata mencapai 56% pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL SATU, yang mengisyaratkan kuatnya permintaan produk konvergensi. Saat ini, XL Axiata juga memiliki jangkauan XL Home & XL SATU fiber di 63 kota/kabupaten. (Yuni Rahmi)

Artikel Terkait

Terkini