Tom Lembong: Lonjakan Harga Beras Akibat Politisasi Bansos

Koridor.co.id

Juru bicara Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Tom Lembong saat berbicara di siniar Real Talk With Uni Lubis. (Foto: tangkapan layar Youtube/@idntimes)
Juru bicara Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Tom Lembong saat berbicara di siniar Real Talk With Uni Lubis. (Foto: tangkapan layar Youtube/@idntimes)

Jakarta, Koridor.co.id – Wakil Kapten Tim Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin (Amin), Thomas Lembong menilai lonjakan harga beras di pasaran salah satunya akibat bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan Presiden Jokowi menjelang Pilpres.

“Jadi itulah yang terjadi kalau pemerintahan dan kebijakan itu terlalu dipolitisasi,” kata Tom di Rumah Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya 10, Jakarta Selatan, Senin (26/2).

Tom Lembong mengatakan harga beras naik karena pemerintah banyak menggunakan stok beras milik Bulog untuk kepentingan politik salah satu kandidat.

Dia mencatat ada sekitar 1,3 juta ton yang dikuras dari Bulog untuk memenuhi politisasi bansos tersebut.

“Hampir pasti ada kaitannya dengan kebijakan yang diambil di saat-saat, di bulan-bulan pemilu terkait bansos,” ujar Tom Lembong.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan pemerintah tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Bahkan, pemerintah mengorbankan kebutuhan pokok masyarakat demi kepentingan politik.

“Kalau kondisi kebutuhan pokok yang mendasar seperti beras saja sekacau ini, kita bayangkan aspek-aspek kebutuhan masyarakat yang lainnya, yang diurus oleh kementerian-kementerian lain,” imbuh dia.

Mengutip laman Panel Harga Pangan dari Badan Pangan Nasional, harga beras medium per 24 Februari 2024 rata-rata mencapai Rp14.860 kilogram.

Harga beras premium di Jakarta rata-rata masih mencapai Rp16.310 per kilogram.

Padahal, berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional No.7 Tahun 2023 untuk Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi) adalah Rp10.900 per kilogram untuk beras medium, sedangkan untuk beras premium harganya Rp13.900 per kilogram. (Pizaro Gozali Idrus)

Artikel Terkait

Terkini