Tiga Alasan Perlunya Belajar Investasi Sejak Dini

Koridor.co.id

Grafik pergerakan pasar saham (Foto: Shutterstock.com)
Grafik pergerakan pasar saham (Foto: Shutterstock.com)

Jakarta, Koridor.co.idInvestasi sangat membantu dalam mengatur dan mengelola keuangan menjadi lebih baik, mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik dan mencapai tujuan keuangan.

Community Lead IPOT, Angga Septianus, menegaskan untuk melakukan investasi sebaiknya sesegera mungkin. Terutama jika sudah punya tujuan keuangan jangka panjang seperti pensiun, pendidikan anak dan tujuan keuangan lainnya.

Ada sejumlah alasan untuk mulai belajar investasi sehingga tidak perlu menunggu nanti-nanti lagi. Sebab, semakin cepat (dini) mulai belajar investasi, semakin banyak waktu untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan investasi. Ini adalah time value of money

“Sebuah konsep yang penting dalam investasi, uang yang diinvestasikan hari ini memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar di masa depan,” kata Angga dalam keterangannya yang Koridor kutip, Senin (25/9/2023).

Sejumlah alasan mengapa belajar untuk mulai investasi perlu melakukannya sejak dini dalam pemahaman time value of money:

1. Pengembangan modal

Dengan berinvestasi lebih awal maka uang akan memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang.

“Uang yang diinvestasikan memiliki potensi menghasilkan keuntungan atau imbal hasil, yang pada gilirannya dapat menghasilkan lebih banyak uang di masa depan,” kata Angga.

2. Diversifikasi risiko

Dengan berinvestasi lebih awal maka akan memiliki kesempatan untuk lebih mendiversifikasi portofolio.

“Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko karena memiliki investasi perlu dikelola dalam berbagai jenis aset,” ujarnya.

3. Siap hadapi risiko dan disiplin keuangan

Jika memulai investasi di usia yang lebih muda maka akan lebih siap menghadapi risiko pasar yang alami. Selain itu, dengan berinvestasi sejak dini maka akan terbangun disiplin keuangan.

“Investasi sejak dini mengajarkan kita mengalokasikan sebagian pendapatan untuk masa depan dan hal ini dapat menjadi kebiasaan baik dalam olah disiplin keuangan,” ujarnya.(Yuni Rahmi)

Artikel Terkait

Terkini