SKK Migas incar reaktivasi 800 sumur idle hingga akhir 2022. Jika berhasil bisa memberikan tambahan produksi minyak 16 ribu barel per hari (BOEPD)

Koridor.co.id

Ilustrasi-Ladang minyak dan gas di Irak-Foto: Shutterstock.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memproyeksikan hingga akhir tahun 2022 dapat menyelesaikan kegiatan reaktivasi 800+ sumur idle melalui pekerjaan workover dan well services.

“Apabila reaktivasi sumur idle tersebut berhasil maka diperkirakan akan memberikan tambahan produksi minyak sebesar 16.000 barel minyak per hari (BOEPD),” kata Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Rabu (14/12/2022).

Sementara untuk tahun 2023, SKK Migas dan KKKS telah menyepakati untuk melakukan kegiatan reaktivasi sumur idle lebih banyak lagi. Keduanya dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan dan Perencanaan Sumur Idle 2022-2023 sepakat untuk mencapai 1.086 sumur. Dari reaktivasi sumur tersebut diperkirakan untuk produksi awal mencapai 38.000 BOEPD.

Saat ini dari sekitar 10.000 sumur yang masuk kriteria sumur idle, SKK Migas telah memulai melakukan kegiatan reaktivasi secara agresif sejak tahun 2021 yang mencapai 662 sumur meningkat dibandingkan kegiatan reaktivasi tahun 2020 yang sebanyak 326 sumur. Pada work program & budget (WPnB) 2022 disepakati untuk melakukan kegiatan reaktivasi sumur idle sebanyak 725 sumur.

Reaktivasi sumur idle, kata Wahju, merupakan bentuk keseriusan SKK Migas untuk mendorong peningkatan produksi minyak. Bahkan salah satu KKKS yaitu, Pertamina Regional 1 pun telah menjalin kerja sama strategis terkait rekativasi sumur idle dengan enam provider teknologi dalam The 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIUOG) yang dilaksanakan bulan November 2022 lalu di Bali.

Wahju juga mengapresiasi kepada KKKS yang mendukung upaya kerja keras dan masif dengan cara-cara yang out of the box, sehingga realisasi reaktivasi sumur idle tahun 2022 hingga akhir tahun nanti diproyeksikan bisa mencapai 800 lebih sumur.

“Kami juga mengapresiasi hasil WP&B 2023 yang telah menetapkan jumlah program reaktivasi sumur idle di tahun 2023 mencapai 1.086 sumur idle dengan perkiraan produksi awal mencapai 38.000 BOEPD,” kata Wahju.

Sebagai tindak lanjut rakor, Wahju berharap kegiatan rakor dapat menstimulasi upaya optimasi pengelolaan aset sehingga yang idle dapat kembali beroperasi dan memberikan tambahan produksi. Dengan demikian, aset-aset yang tidur kembali bisa berkontribusi, baik itu sumuran, lapangan, maupun fasilitas produksi untuk mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional.

“Jadi bisa memberikan kontribusi optimal dalam upaya mencapai target produksi minyak dan gas di tahun 2030, yaitu produksi minyak 1 juta BOPD dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD),” ucap Wahju.

Tenaga Ahli SKK Migas Ngatijan optimistis capaian dari hasil reaktivasi sumur idle 2022 akan meningkat di tahun 2023 serta tahun-tahun ke depannya. Ngatijan berharap kegiatan reaktivasi sumur idle akan mencapai tahapan harvesting (panen) dengan tambahan produksi yang lebih tinggi.

“Tantangannya adalah bagaimana SKK Migas dan KKKS bisa mendapatkan strategi pelaksanaan tepat dari aspek lain yang menjadi pendukung dalam kegiatan reaktiavasi sumur idle,” ujar dia.

Pada tahun 2024, Ngatijan menambahkan, SKK Migas kembali menargetkan dapat melakukan reaktivasi 1.000+ sumur idle. Studi-studi terkait potensi idle well saat ini sedang berjalan di beberapa KKKS bersama dengan pihak perguruan tinggi dengan total jumlah sumur yang distudikan mencapai sekitar 4.500 sumur.

“Terkait potensi sumur idle, SKK Migas dan KKKS tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak-pihak lain yang memiliki potensi dan kemampuan seperti universitas maupun provider technology,” ucapnya.

Tentu saja setiap upaya SKK Migas, senantiasa berada pada koridor untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara, dengan biaya reaktivasi sumur idle yang efisien dan keberhasilan setiap kegiatan reaktivasi sumur idle.

“SKK Migas terus mengajak mitra-mitra yang memiliki potensi untuk bekerja sama dengan mekanisme yang dapat diterapkan dalam kerja sama,” kata Ngatijan.

Artikel Terkait

Terkini