Sepanjang tahun ini banyak perusahaan startup melakukan PHK. Berikut daftar panjang perusahaan startup yang memecat karyawannya

Koridor.co.id

Mitra Gojek Online
Ilustrasi mitra GoTo (Kredit Foto: Toto Santiko Budi / Shutterstock.com)

Sejumlah perusahaan rintisan atau startup dalam negeri terus menambah daftar panjang perusahaan digital yang mengambil keputusan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebut saja GoTo, Ruangguru, sampai Shopee juga melakukan PHK. Lantas perusahaan startup apa saja yang sepanjang 2022 telah melakukan PHK.

Berikut daftar perusahaan digital yang melakukan PHK:

  1. GoTo: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memutuskan untuk melakukan perampingan karyawan sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetap Grup GoTo. “Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari agar perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang,” kata manajemen GoTo dalam keterangannya tertulisnya, Jumat (18/11/2022).

Karyawan yang terdampak akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara GoTo beroperasi. GoTo juga memberikan sejumlah dukungan finansial, antara lain berupa tambahan satu bulan gaji, serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu).

GoTo juga memberikan dukungan pencarian kerja serta layanan konseling. Karyawan terdampak berhak memiliki laptop yang saat ini mereka gunakan, mengakses berbagai program pelatihan, serta dapat bergabung ke direktori alumni GoTo, perusahaan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai perusahaan dalam jaringan rekanan bisnis Grup GoTo. Selanjutnya, fasilitas konseling karir, keuangan, dan psikologi akan tersedia sampai akhir bulan Mei 2023.

  1. Ruangguru: Startup pembelajaran digital atau edutech, PT Ruang Raya Indonesia atau Ruangguru mengambil keputusan yang sama. Ruangguru melakukan PHK kepada ratusan karyawannya. Keputusan sulit ini diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis.

“Hari ini Ruangguru melakukan PHK dengan sebagian pegawai Ruangguru. Terdapat ratusan pegawai Ruangguru yang terdampak dari pemutusan hubungan kerja ini,” tulis keterangan Tim Corporate Communications Ruangguru yang diterima Koridor, Jumat (18/11/2022).

Ruangguru menyampaikan bahwa semua yang terdampak telah mendapatkan pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan penggantian hak (jika masih ada sisa cuti), sesuai Undang-Undang (UU) yang dibayarkan penuh tanpa potongan dan gaji bulan terakhir bekerja dibayarkan penuh. Selain itu, perusahaan juga memperpanjang asuransi bagi yang terdampak.

Ruangguru berkomitmen untuk membantu yang terdampak agar mendapatkan pekerjaan baru segera dengan mengalokasikan tim rekruter Ruangguru khusus dan memberikan dukungan konsultasi karir, psikologis, dan akses kelas pengembangan karir jika dibutuhkan.

  1. Binar Academy: Selanjutnya ada startup edutech Binar Academy mengumumkan PHK kepada 20 persen karyawannya. Bagi karyawan yang terdampak, perusahaan berkomitmen membantu karyawan untuk konsultasi karir. Namun tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah karyawan yang terkena PHK. Pihak Binar Academy mengaku akan melakukan perubahan peran di beberapa fungsi bisnis dengan kapabilitas yang dibutuhkan sesuai strategi bisnis ke depan.
  2. Shopee Indonesia: PT Shopee Indonesia melakukan PHK sejumlah karyawan perusahaan pada September 2022 lalu. Shopee mengklaim karyawan yang terdampak mendapatkan pesangon dan masih dapat menggunakan fasilitas asuransi kesehatan perusahaan hingga akhir tahun.
  3. Tokocrypto: Perusahaan penjual aset digital kripto ini juga melakukan PHK. Perusahaan melakukan perubahan strategi bisnis ini memberhentikan sebanyak 45 karyawan atau sekitar 20 persen dari 227 orang pekerja. Demikian disampaikan VP Corporate Communications Tokocrypto Rieka Handayani. Meski demikian, perusahaan akan membantu pegawai yang terkena PHK mencari tempat kerja baru. Salah satunya dengan memberikan rekomendasi kepada beberapa perusahaan mitra kerja selama ini.
  1. SiCepat:Startup yang bergerak di bidang layanan pengiriman barang ini dikabarkan telah melakukan PHK terhadap sekitar 360 karyawannya. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi kompetensi karyawan.
  2. TaniHub: Startup pertanian TaniHub melakukan PHK karyawan sebagai dampak dari ditutupnya operasional gudang di Bandung dan Bali. Namun, perusahaan tidak menyebutkan jumlah karyawan yang terdampak.
  3. Mamikos: Startup yang menyediakan layanan pencarian kos ini melakukan PHK sekitar 100 karyawannya. PHK ini untuk menjaga kesehatan kondisi keuangan perusahaan di tengah kondisi pasar dan ekonomi makro yang sedang dipenuhi ketidakpastian.
  4. JD.ID: Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID mengambil langkah PHK sebagai salah satu improvisasi agar perusahaan dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia.
  5. Zenius: Startup edukasi Zenius melakukan PHK sekitar 800 karyawan terhitung dari Mei hingga Agustus 2022.
  6. Xendit: Startup fintech Xendit melakukan PHK terhadap 5 persen karyawannya di Indonesia dan Filipina. Para karyawan Xendit yang terkena PHK akan diberi kompensasi yang layak dan perpanjangan asuransi kesehatan serta dukungan alumni. Perusahaan ini memiliki lebih dari 900 karyawan per Agustus 2022.
  7. Lummo: Startup penyedia solusi layanan perangkat lunak business-to-consumer (B2C) Lummo yang sebelumnya dikenal sebagai BukuKas melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan di Jakarta dan Bengaluru, India. Lummo dikabarkan telah melakukan PHK terhadap sekitar 100-120 karyawan yang sebagian besar berada di tim teknis, desain, dan produk.
  8. Pahamify: Startup di bidang pendidikan, Pahamify, mengambil keputusan untuk melakukan PHK massal untuk beradaptasi di kondisi ekonomi makro terkini. Namun pada akhir Juni 2022, Pahamify akhirnya membubarkan diri.
  9. Mobile Premiere League: Startup e-sports asal India yang melebarkan sayapnya di tanah air ini mengumumkan PHK kepada sekitar 100 karyawan dan memutuskan untuk keluar dari pasar Indonesia. Menurut keterangan pihak perusahaan, PHK massal dan penutupan bisnis di Indonesia ini adalah upaya untuk menumbuhkan bisnis inti serta menutup bisnis yang tidak berjalan.
  10. Bananas Indonesia: Melalui Instagram @bananasindonesia, manajemen Bananas menyampaikan dengan berat hati bahwa akan berhenti beroperasi karena unit ekonomi bisnisnya yang dinilai tidak berjalan dengan baik. Dengan begitu, otomatis akan terjadi PHK karyawan. Namun, tidak disebutkan secara gamblang mengenai PHK tersebut. Startup itu hanya mengatakan akan membantu para karyawan terbaiknya yang terdampak untuk bisa mendapatkan tempat baru dalam kondisi transisi seperti ini.
  1. GrabKitchen: Grab juga akan menutup layanan GrabKitchen di Indonesia terhitung 19 Desember 2022. Otomatis akan terjadi PHK karyawan. Adapun karyawan diberikan dua pilihan, mau terkena PHK atau ditawarkan untuk bekerja di posisi dan juga divisi lain Grab Indonesia. Dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/10/2022) Chief Communications Officer Grab Indonesia Mayang Schreiber menjelaskan selama 4 tahun perusahaan beroperasi, terlihat pertumbuhan yang tidak konsisten, serta adanya peralihan menjadi model bisnis aset-ringan.
  1. The Goods Dept: Media sosial belum lama ini dihebohkan oleh kabar The Goods Dept yang meminta karyawannya mengundurkan diri. Hal itu terjadi karena perusahaan menemukan pelanggaran yang berulang. CEO The Goods Dept Ruby Sjabana menjelaskan perusahaan sudah melakukan pemeriksaan di internal perusahaan. Ruby menyebut ditemukan pelanggaran yang terjadi secara berulang. Dari hasil pemeriksaan ada oknum yang melanggar aturan.

“Hasil pemeriksaan internal, kami menemukan telah terjadi pelanggaran yang dilakukan secara berulang oleh oknum karyawan. Atas temuan ini manajemen tidak dapat mentolerir dan memutuskan dengan tegas untuk meminta pertanggungjawaban sesuai dengan internal policy perusahaan,” kata Ruby.

Artikel Terkait

Terkini