Semen Indonesia tebar dividen Rp1,65 triliun. Perusahaan juga rombak susunan komisaris dan direksi

Koridor.co.id

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,65 triliun atau 70 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2022 sebesar Rp2,36 triliun.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal, mengatakan jika dibandingkan dengan nilai dividen yang dibagikan pada tahun lalu sebesar Rp1,02 triliun, pembagian dividen pada tahun ini terhitung tumbuh 61,76 persen. Sisanya sebesar 30 persen atau Rp709,45 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

“Hal ini mengindikasikan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata dia dalam siaran persnya dikutip, Selasa (18/4/2023).

SIG, lanjut Donny, akan terus berupaya untuk memperkuat kapabilitas Perseroan melalui inovasi produk dan layanan, penguatan jaringan distribusi dan optimalisasi fasilitas produksi, hingga peningkatan operational excellence pada aktivitas operasional termasuk inisiatif digitalisasi yang berkontribusi pada efisiensi, untuk menyasar peningkatan kinerja pada 2023.

“SIG berkomitmen untuk terus menjaga kepemimpinan pasar dan mempertahankan kinerja yang positif demi terciptanya pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Donny.

Perseroan juga mengubah susunan pengurus Perseroan dengan memberhentikan secara hormat Astera Primanto Bhakti sebagai Komisaris, Aas Asikin Idat sebagai Komisaris Independen, Aulia Mulki Oemar sebagai Direktur Bisnis dan Pemasaran, dan Adi Munandir sebagai Direktur Supply Chain.

Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio.

Selanjutnya, rapat mengangkat Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, yaitu Yustinus Prastowo sebagai Komisaris; Saor Siagian sebagai Komisaris Independen, Subhan sebagai Direktur Bisnis dan Pemasaran, dan Reni Wulandari sebagai Direktur Operasi.

Berikut susunan dewan komisaris dan direksi Perseroan yang baru:

Dewan Komisaris

  1. Komisaris Utama : Rudiantara
  2. Komisaris : Arief Prasetyo Adi
  3. Komisaris : Lydia Silvanna Djaman
  4. Komisaris : Sony Subrata
  5. Komisaris : Yustinus Prastowo
  6. Komisaris Independen : Saor Siagian
  7. Komisaris Independen : Nasaruddin Umar

Direksi Perseroan

  1. Direktur Utama : Donny Arsal
  2. DDirektur Bisnis dan Pemasaran : Subhan
  3. Direktur SDM dan Umum : Agung Wiharto
  4. Direktur Operasi : Reni Wulandari
  5. Direktur Supply Chain : Yosviandri
  6. Direktur Keuangan dan Manajemen Portofolio : Andriano Hosny Panangian

Sepanjang 2022, emiten berkode saham SMGR ini berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 15,5 persen menjadi Rp2,36 triliun, dibandingkan periode sama 2021 sebesar Rp2,047 triliun.

Kinerja positif ini tidak terlepas dari kesuksesan inisiatif strategis Perseroan pada 2022, antara lain melakukan pengelolaan permintaan di pasar pada level mikro dengan menerapkan pendekatan yang unik sesuai dengan karakteristik masing-masing pasar di setiap daerah yang dilayani, optimalisasi jaringan distribusi.

Kemudian, melakukan riset dan pengembangan berkelanjutan untuk menciptakan inovasi produk baru guna merambah ceruk-ceruk pasar yang belum tergarap secara optimal atau belum pernah dimasuki, serta meningkatkan keunggulan operasional melalui modifikasi model operasi dan perbaikan proses produksi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi operasi.

Selain itu, Perseroan juga menerapkan strategi dan inisiatif dalam kerangka bisnis yang berkelanjutan dengan mengidentifikasi berbagai peluang untuk meningkatkan kinerja, mendorong efisiensi dan produktivitas dalam proses-proses bisnis melalui penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan (Environmental, Social and Governance/ESG) pada seluruh kegiatan operasional. 

Dalam upaya dekarbonisasi, SIG mencapai peningkatan penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif pada kegiatan produksi, serta pemanfaatan solar panel sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT) untuk kebutuhan penerangan, peralatan kantor dan pabrik.

Tercatat selama 2022, SIG berhasil menekan emisi karbon hingga 590 kg CO2/ton cement equivalent, atau turun 16,67 persen dari baseline tahun 2010 sebesar 708 kgCO2/ton cement equivalent. Penurunan clinker factor tercapai 69,2 persen dan peningkatan thermal substitution rate (TSR) tercapai 7,2 persen.

Artikel Terkait

Terkini