Penyaluran kredit kuartal III-2022 tumbuh melambat akibat tekanan pada kredit modal kerja dan investasi. Bagaimana perkiraan kuartal berikutnya?

Koridor.co.id

Menurut Survei Perbankan Bank Indonesia secara kuartalan atau quarter to quarter (q to q), penyaluran kredit baru pada kuartal III-2022 melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru kuartal III-2022 yang sebesar 88,1 persen, lebih rendah dibandingkan 96,9 persen pada kuartal sebelumnya.

Saldo bersih tertimbang merupakan selisih antara persentase jawaban responden yang menyatakan bahwa kebutuhan kredit meningkat dengan yang menyatakan turun. Sejak kuartal III-2020, realisasi kredit baru secara konsisten selalu ada di bawah permintaan.

Survei Bank Indonesia tersebut menemukan bahwa berdasarkan jenis penggunaan, hanya kredit konsumsi yang penyalurannnya lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya: dari SBT 74,0 menjadi 76,5. Peningkatan itu didorong oleh seluruh jenis kredit konsumsi, kecuali kartu kredit yang tumbuh melambat. Untuk kredit modal kerja dan investasi menurun.

Secara sektoral, penyaluran kredit baru yang tumbuh positif terutama terjadi pada sektor jasa perantara keuangan, konstruksi, sertareal estat. Sedangkan yang mengalami perlamnatan, antara lain sektor kesehatan, pertanian, serta perdagangan besar dan eceran.

Untuk kuartal IV-2022, posisi penyaluran kredit baru secara kuartalan diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan permintaan kredit baru yang sebesar 90,0 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan 88,1 persen pada kuartal sebelumnya. Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru kuartal IV-2022 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi.

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah atau apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada kuartal IV-2022 diprioritaskan pada sektor perdagangan besar dan eceran, sektor industri pengolahan, dan sektor perantara keuangan.

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit baru yang meningkat, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal IV-2022 diperkirakan sedikit lebih longgar dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) kuartal IV-2022 bernilai negatif sebesar -1,9 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan -1,7 persen pada kuartal sebelumnya.

Standar penyaluran kredit yang lebih longgar dibandingkan kuartal sebelumnya kemungkinan terjadi pada jenis kredit KPR, kredit konsumsi selain KPR, dan kredit UMKM. Sementara kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih longgar dibandingkan kuartal sebelumnya terutama pada aspek biaya persetujuan kredit.

Artikel Terkait

Terkini