Nilai ekspor nonmigas 13 negara tujuan turun jadi US$14,7 miliar

Koridor.co.id

Total nilai ekspor nonmigas mengalami penurunan selama Februari 2023. Dari 13 negara tujuan ekspor nonmigas mencapai US$14,7 miliar atau turun 3,16 persen. Dengan demikian ekspor nonmigas susut US$480,1 juta, jika dibanding posisi Januari 2023 sebesar US$15,18 miliar. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 15 Maret 2023, penurunan ekspor nonmigas disebabkan oleh turunnya nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.

Menurut data BPS, nilai ekspor nonmigas ke Korea Selatan turun 23,45 persen menjadi US$218,1 juta. Kemudian ekspor nonmigas ke Tiongkok terkoreksi 4,01 persen atau tercatat US$210,4 juta. Lalu, ekspor nonmigas ke Jepang turun 8,07 persen mencapai US$152,4 juta. 

Sementara itu negara yang mengalami peningkatan ekspor nonmigas adalah India, Taiwan, dan Thailand. 

Ekspor nonmigas ke India tumbuh 19,05 persen mencapai US$258 juta. Selanjutnya nilai ekspor nonmigas ke Taiwan meningkat 29,28 persen menjadi US$121,7 juta. Serta, ekspor nonmigas ke Thailand tumbuh 12,12 persen menjadi US$60,1 juta.

Untuk ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa pada Februari 2023 masing-masing mencapai US$3,97 miliar dan US$1,24 miliar. Ekspor ke ASEAN naik 0,90 persen, sedangkan ke Uni Eropa turun 24,68 persen dibanding Januari 2023.

Kendati demikian, ekspor nonmigas Indonesia untuk Februari 2023, paling besar ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang. Nilai ekspor nonmigas ketiga negara itu masing-masing mencapai US$5,03 miliar, US$1,91 miliar, dan US$1,73 miliar. 

Selama periode Januari-Februari 2023, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar dengan nilai US$10,28 miliar atau berkontribusi 25,06 persen, diikuti Amerika Serikat dengan nilai US$3,85 miliar atau berkontribusi 9,40 persen, dan Jepang US$3,62 miliar berkontribusi 8,84 persen.

Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok pada periode tersebut adalah besi/baja, lignit, dan batu bara. Sementara itu ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa pada periode tersebut kontribusinya masing-masing 19,26 persen dan 7,07 persen.

Artikel Terkait

Terkini